Tiap Tahun, Pemkab Sumedang Targetkan Angka Kemiskinan Turun Satu Persen

Ilustrasi kemiskinan.

Ilustrasi kemiskinan.

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang mentargetkan penurunan angka kemiskinan sebanyak satu persen setiap tahunnya.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan pada kegiatan Roadshow Baznas Kabupaten Sumedang di Kecamatan Conggeang, Senin (10/12).

Menurutnya, saat ini angka kemiskinan di Kabupaten Sumedang mencapai 10,53 persen. Jika penurunan terwujud satu persen setiap tahun, lima tahun kedepan angka kemiskinan akan berada di angka sekitar 5 persen.

”Saya berharap angka kemiskinan di akhir periode Bupati dan Wabup Sumedang tahun 2023 akan berada minimal di angka 6 persen,” ujar Erwan.

Erwan menambahkan, apabila tercapai, target tersebut akan berada di bawah angka kemiskinan nasional maupun Provinsi Jawa Barat. Saat ini angka kemiskinan Provinsi Jawa Barat mencapai angka sekitar 7,8 persen.

Dikatakan Erwan, untuk mencapai target tersebut Pemkab Sumedang harus melakukan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Pelayanan yang dilakukan harus mencakup berbagai bidang, terutama pelayanan kesehatan dan kesejahteraan.

Selama ini, kata dia, banyak masyarakat Sumedang yang mengeluhkan pelayanan kesehatan. Kini, Pemkab Sumedang sudah mengeluarkan program Sumedang Simpati Quick Respon dengan menyediakan 11 motor dan dua mobil ambulan. Kedepannya, diharapkan tidak ada lagi keluhan warga yang tidak bisa berobat ataupun sakit.

”Itu, merupakan salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan di Kabupaten Sumedang,” ujar Erwan.

Wabub menyebutkan, pemberian santunan jangan hanya bersifat konsumtif saja. Masyarakat harus produktif agar menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan dapat meningkatkan perekonomian.

Selain itu, Erwan menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Sumedang sedang menggodok Perda Ketenagakerjaan. Diharapkan, Perda Ketenagakerjaan ini selesai pada semester I tahun 2019.

”Saya akan tekankan, pabrik pabrik atau para pengusaha di Sumedang harus menggunakan 70 persen warga Sumedang sebagai tenaga kerja. Hal ini juga akan mengurangi angka pengangguran dan mengentaskan kemiskinan,” ucap wabub.

(RBD/gun/pojokjabar)

loading...

Feeds