Aduh… Alarm Peringatan Dini Tsunami di Pagandaran Tidak Berfungsi

Ilustrasi Alarm Pendeteksi Tsunami

Ilustrasi Alarm Pendeteksi Tsunami

POJOKJABAR.com, PRIANGAN – Memang sudah seharusnya daerah rawan bencana alam harus dipasangi alarm peringatan untuk mencegah adanya korban.

Namun berbeda dengan alarm peringatan dini tsunami di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat ini. Belasan alat tersebut malah rusak.

Dari 14 unit yang ada, 12 diantaranya mengalami kerusakan dan tidak berfungsi sama sekali.

Alarm peringatan tersebut terpasang mulai dari wilayah Kecamatan Kalipucang hingga Kecamatan Cimerak, Madasari.

Namun, alat peringatan itu kebanyakan mengalami rusak, dan kali ini yang masih bisa bunyi tigal dua unit saja.

Salah satunya yakni unit yang pdipasangkan di tower Telkom Pangandaran dan di Bojongsalawe, Kecamatan Parigi.

Kabupaten Pangandaran sendiri memiliki garis pantai yang panjang yakni sekitar 93 kilometer.

Oleh sebab itulah pasti banyak sekali masyarakat yang tinggal dipesisir pantai dan perlu dibutuhkannya alarm pendeteksi tsunami ini.

Lebih lanjut Nana menjelaskan, dua alat alarm pendeteksi dini tsunami yang saat ini masih berfungi atau masih bisa bunyi merupakan bantuan dari pemerintah pusat.

Harganya pun sangat, yakni mencapai Rp1.2 milyar.

Idealnya memang keberadaan garis pantai yang panjang seperti di Kabupaten Pangandaran ini memerlukan 30 unit alarm pendeteksi tsunami.

Namun karena harganya yang memang sangat mahal yakni diperkiraan mencapai kurang lebih Rp18 miliar hingga Rp20 miliar, sehingga pemerintah kabupaten belum bisa memenuhi kekurangan alat tersebut.

Tapi diharapkan kedepannya alat yang tidak berfungsi bisa segera diperbaiki dan ditambah dengan yang baru.

(Ntang/R3/HR-Online/pojokjabar)

loading...

Feeds