KIPP Buka-bukaan Soal Dua Pejabat Calon DPRD, Bisa Jadi Ada Rahasia Besar

Pileg 2019./Foto: ilustrasi

Pileg 2019./Foto: ilustrasi


POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Hikmat Ibnu Aril, menyangkan dengan adanya dua pejabat yang menjadi Calon DPRD tapi masih tetap duduk di kursi kekuasaannya.

“Preseden buruk bagi keberlangsungan Demokrasi kita, secara tidak langsung mereka (kedua pejabat) telah mempermainkan para penyelenggara Pemilu. Baik itu KPU maupun Panwas Purwakarta,” ujar Aril, saat ditenui di kediamannya.

Terlebih lagi jabatan yang dipegangnya bersinggungan langsung dengan masyarakat dan bersinggungan dengan orang-orang politik, sehingga dimungkinkan sangat rawan jabatannya disalahgunakan untuk berkampanye.

Baca: GMPB Pertanyakan Kelanjutan Kasus SPPD Fiktif DPRD Purwakarta, Ada Apa?

“Sang satu menjabat camat, artinya rentan disalahgunakan wewenangnya dengan cara memobilisasi aparat pemerintahan dari mulai kepala desa hingga sampai ke tingkat RT. Kemudian yang satunya lagi pejabat di DPRD sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan),” katanya.

Ia menambahkan, bisa saja ada rahasia para wakil rakyat.

“Bisa saja ada rahasia-rahasia para wakil rakyat yang seharusnya bukan untuk publik disampaikan ke publik. Yang rugikan para wakil rakyat yang saat ini masih menjabat, karena mereka secara mayoritas akan bertarung kembali di Pileg 2019,” beber Aril.

Baca: Memprihatinkan, Hingga Pertengahan Tahun Ini, DPRD Purwakarta Belum Sahkan Satu Perda pun!

 

Namun, saya tidak berharap itu terjadi mereka menyalahkan wewenang jabatannya. Semoga saja mereka tetap Profesional dalam bekerja, walaupun masih betah di kursi jabatannya padahal mereka sudah mengundurkan diri.

“Jangan sampai pribahasa ‘Menjilat Ludah Sendiri’ disematkan kepada mereka, karena sudah nyata-nyata mengundurkan diri tapi enggan melepaskan kursi jabatnnya. Kami berharap Pawas Kabupaten turun secepatnya kelapangan, memanggil para pejabat yang bersangkutan untuk diminta klarifikasinya,” tegas Aril.

Sementara itu salah satu pejabat saat dikonfirmasi melalui seluller, belum bisa memberikan konfirmasi melalui seluller dirinya ingin bertemu.

Baca: Dampak Kasus SPPD Fiktif, Kredibilitas DPRD Purwakarta Runtuh

 

“Nanti senin aja kita ketemu,” balas salah satu pejabat melalui seluller, saat di konfirmasi.

Caleg (Pileg) 2019

Caleg (Pileg) 2019./Foto: ilustrasi

(Adw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds