Dalam Sehari, Kebakaran di Sumedang Terjadi di Tiga Titik

Ilustrasi Kebakaran./Foto: Istimewa

Ilustrasi Kebakaran./Foto: Istimewa

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Musibah kebakaran rumah terjadi di tiga titik berbeda pada Sabtu (18/8/18). Titik kebakaran pertama terdapat di Dusun Cilimbangan, RT 02/06, Desa Naluk, Kecamatan Cimalaka yang menghanguskan rumah semi permanen berukuran 7 x 5 meter persegi, sekitar pukul 14.00.

Korban adalah Bunyamin Bin H. Ali Maksudi, 52, keseharian berprofesi sebagai sopir. Kronologis kejadian disaat saksi Hj. Mae Binti Ahmad, 41, sedang duduk di dalam rumah wilayah RT setempat, mendengar kaca samping rumah miliknya pecah. Ketika dilihat, ternyata api sudah berkobar hampir membakar bagian samping rumahnya itu.

“Seketika itu saya berteriak minta tolong kepada tetangga,” sebut Hj. Mae. Teriakan saksi dimaksud mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke TKP dan tidak lama kemudian para tetangga beramai-ramai memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Berselang sekitar 30 menit kemudian, datang mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Kabupaten Sumedang sebanyak dua unit. Sehingga api dapat dipadamkan sekitar pukul 16.00. Aparat kepolisian yang datang ke lokasi setelah melakukan pemeriksaan, diketahui sumber api diduga berasal dari tungku api yang sebelumnya digunakan untuk memasak air.

Dalam kejadian tersebut dilaporkan tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian materil ditaksir berjumlah Rp 80 juta. “Rumah semi permanen yang terbakar merupakan rumah milik korban dan sudah tidak dihuni, namun dialihfungsikan menjadi kandang ayam dan bebek. Serta terdapat tungku api yang digunakan ibu korban untuk memasak air,” jelas polisi.

Sedangkan kebakaran di titik kedua terdapat di Dusun Jemo, Desa Cibitung, Kecamatan Buahdua sekitar pukul 13.00. Musibah dimaksud melanda rumah berukuran 9 x 5 meter persegi milik Oman Rohman, 76. Seluruh rumah beserta isinya hangus terbakar, sehingga kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

Penyebab kebakaran itu diduga berasal dari api tungku yang kemudian disapu angin, sehingga merembet ke seluruh bagian rumah. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 14.14 oleh petugas damkar Conggeang.

Titik terakhir terdapat di Dusun Pari, Desa Wanajaya, Kecamatan Surian. Sumber api juga diduga berasal dari tungku, sehingga menghanguskan rumah berukuran
9 x 8 meter persegi milik Maman Suparman, 56.

Kejadian kebakaran itu terjadi pada sekitar pukul 10.30 dan api dapat dipadamkan sekitar pukul 11.15. Sedangkan kerugian diderita korban ditaksir sekitar Rp 80 juta. Ketiga kejadian kebakaran diatas sudah ditangani pihak kepolisian.

(RBD/tri/pojokjabar)


loading...

Feeds