DLH Tasikmalaya Blak–blakan Soal Pembuang Sampah di TPS Liar

Sampah berserakan di Pasar Cikurubuk, Tasikmalaya./Foto: Radartasikmalaya

Sampah berserakan di Pasar Cikurubuk, Tasikmalaya./Foto: Radartasikmalaya

Cari Aman

POJOKJABAR.com, TASIKMALAYA– Satuan Tugas (Stgas) Patroli Resik yang dibentuk DLH masih kesulitan menciduk pembuang sampah sembarangan terutama di tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Padahal, mereka sudah diterjunkan sejak 1 Agustus.

“Sampai saat ini belum mendapati pembuang sampah. Mungkin perlu koordinasi dengan warga setempat di lingkungan TPS liar untuk mengetahui jam rawan pembuang sampah,” ujar Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya Iwan Setiawan kepada Radartasikmalaya (Pojoksatu.id group), Selasa (7/8).

Menurutnya, satgas berisikan tiga petugas kebersihan itu menggunakan satu unit mobil patroli berkeliling setiap hari untuk menangani tumpukan sampah.

Baca: DLHK Kota Depok Bersihkan Tiga Titik Sampah Liar di Sawangan

“Kalau ada tumpukan sampah agak banyak, mereka akan berkoordinasi dengan dump truck untuk mengangkutnya. Kalau sedikit bisa langsung diangkut dengan pikap,” tutur Iwan.

Apabila satgas itu nantinya sudah berkolaborasi dengan Satpol PP, kata dia, akan ditentukan lokasi atau titik yang perlu perhatian khusus. Termasuk jumlah personel yang harus diterjunkan.

“Jadi sementara ini, sambil berjalan satgas kita patrolikan terus. Kalau mendapati pembuang sampah ke TPS liar, mereka akan menegur dan menyuruh membawa kembali sampahnya untuk dibuang ke depo,” terang dia.

Baca: Warga Minta Solusi Penanganan Sampah TPA Pasirsembung

Menurutnya, saat ini pihaknya fokus menangani jalur yang kerap banyak tumpukan sampah. Seperti Jalan Sewaka, Letjen Mashudi dan Selaawi. Mengingat sampah yang berceceran di sepanjang tiga jalan itu cukup banyak. “Memang ada beberapa titik di tiga jalan itu. Kanan dan kiri kerap penumpukan sampah,” ungkapnya.

Kemudian, kata Iwan, selain melakukan patroli rutin, satgas juga akan melakukan pendekatan persuasif untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya membuang sampah secara teratur.

“Ke depan kita akan sosialisasi tentang buang sampah jangan sembarangan dan sosialisasikan perda mengenai sampah.  Sebagai upaya mengubah mindset masyarakat dalam pengelolaan sampah,” jelas mantan Lurah Nagarawangi itu.

Baca: Setiap Pekan, Lapangan Merdeka Sukabumi Dibanjiri Sampah

Iwan menambahkan lahan yang kerap dijadikan TPS liar biasanya merupakan lahan kosong dan berada di daerah perbatasan Kabupaten-Kota Tasikmalaya.

Seperti Jalan Letjen Ibrahim Aji sekitaran pabrik BKL Kecamatan Indihiang, Kampung Gunung Goong Kelurahan Cibunigeulis Kecamatan Bungursari dan lain sebagainya.

“Kemudian di wilayah kota juga biasanya di lahan-lahan kosong yang jarang penduduknya,” tambah Iwan.

Baca: Banyak Sampah, Jalan Raya Purwasari-Klari Karawang Kumuh

Sementara, rata-rata sampah di Kota Tasikmalaya yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Ciangir mencapai 163 ton. Sampah-sampah tersebut sudah dipisahkan dari sampah yang bisa didaur ulang.

“Dari data hingga Juli 2018 itu, rata-rata per hari sampah yang dikirim ke Ciangir bisa tembus 163 ton,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya H Dudi Mulyadi berkaitan dengan penanganan sampah.

Untuk menangani sampah, kata Dudi, DLH memiliki 109 petugas penyapu yang bergantian siang-malam. Lalu, sopir dump truck, motor dan kendaraan lain ditambah kru pengangkut sebanyak 127 orang. “Itu untuk menangani satu kota. Kita akui masih belum ideal,” ungkapnya.

Baca: Banyak Sampah, Jalan Raya Purwasari-Klari Karawang Kumuh

Sementara, jumlah depo sampah terdapat di tiga titik. Yakni Dadaha, Cikurubuk dan Mayasari. Sedangkan alat angkut sarana kebersihan dan persampahan yakni 12 arm roll truck, 20 dump truck, 1 truk engkel, 1 pikap, 18 motor roda 3 serta 65 container.

(igi/pojokjabar)

 


loading...

Feeds