Atlet Muay Thai Subang Targetkan 10 Mendali Emas di Porda Jabar 2018

Ilustrasi.

Ilustrasi.

POJOKJABAR.com, SUBANG – Atlet Muay Thai Indonesia kontingen Subang serius menatap perhelatan PORDA XIII Jabar di Kabupaten Bogor, tahun 2018. Targetnya meraih hasil terbaik di pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Sebagai bukti keseriusan bertanding di Porda nanti, pengcab Muay Thai Kabupaten Subang, Selasa (10/07) mengirimkan 12 atlit terbaiknya Ke Cibubur Depok, untuk memantapkan persiapan.

Ketua Pengcab Subang Lilis Sulastri mengatakan, pihaknya mengirim belasan atletnya untuk traning center (TC) di Cibubur Depok yang akan di latih oleh Reza yang merupakan pelatih Nasional.

“Muay Thai menjadi tumpuan mendapatkan emas. Target di Porda nanti, semoga bisa tercapai 10 emas,”kata Lilis, Rabu (11/7)

Dijelaskan Lilis, ke 12 atletnya tersebut yanh mengikuti TC di Cibubur Depok hingga jelang pelaksanaan Porda, Oktober nanti. Pihaknya pun sangat optimis mencapai target 10 emas. Tujuan TC guna penyesuaian dengan Venue Muaythai yang dilaksanakan di Cibinong Bogor.

“Latihan tersebut juga guna penyesuaian Vanue muaythai. Jadi diharapkan, mereka ketika tampil di Porda sudah tidak grogi lagi. Bisa lebih tenang dan memaksimalkan permainan,” ungkapnya.

Sementara Ketua KONI Subang Yoyo Kustrio meyakini bahwa kontingen Kabupaten Subang tidak mau seri, apalagi kalah, pada setiap cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan di Porda Jabar, di Bogor.

“Saya harapkan atlit yang menjadi utusan ini bisa mengharumkan nama Kabupaten Subang, meraih sebanyak-banyaknya penghargaan yang ada dalam pertandingan.Karenanya, tetap menjaga kebersamaan dan kekompakan, “ujar Yoyo.

Lebih jauh Yoyo mengatakan, bahwa atlit Subang yang mengikuti setiap cabor yang dipertandingkan, selalu diperhitungan oleh daerah lain. Selain itu, Subang juga selalu menerima penghargaan dari setiap event olahraga.

“Anak Subang mampu dan Subang bisa bertarung di kancah manapun. Bawa pulang prestasi, dan harapan ini jangan dikecawakan. Biar kita kalah mandi keringat dari pada kita kalah mandi darah. Kita tidak ingin generasi muda sebagai generasi penghayal, tetapi jadilah anak-anak yang kuat dan maju. Jangankan kalah, draw aja kita tak mau,” pungkasnya.

(RBD/anr/pojokjabar)

loading...

Feeds