Duh, Ombudsman Perwakilan Jawa Barat Terima Laporan Dugaan Jual Beli Kursi PPDB 2018 di Sumedang

Ilustrasi

Ilustrasi

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUMEDANG- Ombudsman Perwakilan Jawa Barat mendapat laporan dari masyarakat mengenai dugaan jual beli kursi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 tingkat SMP.

Asisten Ombudsman, Sartika Dewi, mengatakan bahwa jual beli kursi itu dilakukan untuk membantu calon siswa tersebut masuk ke salah satu sekolah di Kabupaten Sumedang.

“Kami menerima pengaduan itu di Kabupaten Sumedang ada praktik pungutan untuk siswa masuk sekolah berdasarkan mekanisme zonasi,” ucap Dewi. Rabu (11/7).

Baca:

 

Tetapi saat ini Ombudsman belum bisa memastikan mengenai kebenaran laporan tersebut. Ia mengatakan bahwa saat ini Ombudsman sedang dalam tahap penyelidikan dan verifikasi pengaduan tersebut.

Pelapor, kata Sartika Dewi, melaporkan bahwa sang anak tidak diterima di sekolah tujuannya dengan alasan NEM yang tidak memenuhi persyaratan.

Yang bisa kami pastikan, pelapor adalah korban. Anaknya ditolak masuk dengan alasan NEM-nya tidak dimungkinkan masuk sekolah tersebut. Setelah pengumuman, siswa yang NEM-nya di bawah anaknya masuk. Diduga ada praktik itu,” tandasnya.

Selain dugaan tersebut, Ombudsman belum menerima laporan lain yang berhubungan dengan jual-beli kursi PPDB. Secara umum, sebagian besar laporan yang masuk ke Ombudsman Jawa Barat adalah mengenai penerapan sistem zonasi yang dianggap tidak berjalan baik.

(gun/rmol/pojokjabar)


loading...

Feeds

Rivalitas Persib dan Persija

Rivalitas Persib-Persija Sudah Tak Sehat

RIVALITAS antara pendukung Persija Jakarta dan Persib Bandung perlu mendapat perhatian khusus dari aparat keamanan, pemerintah, serta PSSI. Sebab, rivalitas …