Para Pengrajin Senapan Angin di Cipacing Jatinangor Kapok Rakit Senpi

KERAJINAN SENAPAN: Direktur Keamanan Negara Baintelkam Polri, Brigjen Drs. Djoko Mulyono didampingi Ketua Koperasi Cipacing Mandiri (Kocima) Cucu Suryaman saat melihat senapan angin produksi para pengrajin senapan Cipacing Jatinangor. TOHA HAMDANI/RADAR SUMEDANG

KERAJINAN SENAPAN: Direktur Keamanan Negara Baintelkam Polri, Brigjen Drs. Djoko Mulyono didampingi Ketua Koperasi Cipacing Mandiri (Kocima) Cucu Suryaman saat melihat senapan angin produksi para pengrajin senapan Cipacing Jatinangor. TOHA HAMDANI/RADAR SUMEDANG


Sementara, Direktur Keamanan Negara Baintelkam Polri, Brigjen Drs. Djoko Mulyono mengatakan, pembinaan dan penyuluhan dilakukan untuk pengamanan, pengawasan dan pengendalian senjata api non organik TNI/Polri.

“Suatu kegiatan pembinaan dan sosialisasi penambahan wawasan dalam rangka peningkatan pengamanan dalam produksi senapan angin kaliber 450, tadi sudah banyak mendengar bahwa pengrajin di daerah sini membuat komunitas 3 kelompok pengrajin dibawah koperasi Kocima, Koperasi Galumpit Jaya, dan di Koperasi Bina Karya,” ujarnya.

Ketiga koperasi tersebut, kata ia, menaungi para pengrajin senapan angin. Bahkan, mereka mendeklarasikan tidak akan merakit senjata api karena menyadari itu sangat berbahaya, sanksi hukum sangat berat dan hal ini banyak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kami tim dari Mabes Polri bekerjasama dengan Polda Jabar, Polres Sumedang dan Polsek Kabupaten Bandung serta aparat setempat melakukan pembinaan, hal ini menurut pendapat kami sangat luar biasa dan mendapat antusias dari para pengrajin, selama ini mereka merasa bahwa mereka belum begitu memahami ketentuan dan prosedur dalam pembuatan senapan angin, untuk yang berani mencoba melakukan kegiatan yang melanggar hukum mereka akan bersama-sama mencegahnya itulah yang kita harapkan,” katanya.

Kendati demikian, lanjut ia, kegiatan digelar untuk menjaga Kamtibmas terutama dalam rangka menghadapi tahun politik. “Sekarang ini ada Pilkada serentak dan tahun depan ada Pemilu dan semuanya harus bisa menjaga keamanan, dan tidak membuka peluang kepada orang-orang yang ingin mengganggu Kamtibmas,” ucapnya.

Menurutnya, banyak anggapan bahwa para pengrajin senapan angin memiliki keterlibatan sebagai teroris. Padahal mereka bukan kelompok teroris. Namun kelompok teroris yang memanfaatkan keahlian mereka jadi mereka mempunyai keahlian merakit senapan angin dan dibujuk untuk mau merakit senjata api.

“Sekitar 10 sampai 20 orang sudah dibina dan diantara mereka sudah melalui proses hukuman karena terlibat peredaran senapan angin mereka tergoda karena ingin mendapat penghasilan,” ucapnya.

(RBD/tha/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds