Tokoh Masyarakat Banjar Komentari Puisi Sukmawati, Begini Isinya

Tokoh masyarakat Kota Banjar Akhmad Dimyati./Foto via Radartasikmalaya.com

Tokoh masyarakat Kota Banjar Akhmad Dimyati./Foto via Radartasikmalaya.com


POJOKJABAR.com, BANJAR– Tokoh masyarakat Kota Banjar Akhmad Dimyati berharap mencuatnya puisi Sukmawati yang menjadi kontroversi tidak dipolitisir untuk kepentingan individu atau golongan. Dia pun meminta masyarakat memaafkan kekhilafan yang dilakukan Sukmawati tersebut.

“Saya pun heran kenapa Bu Sukmawati bisa membuat puisi seperti itu,” ujarnya kepada Radartasikmalaya.com, Senin (9/4).

Dimyati menilai puisi Sukmawati tersebut berbanding terbalik dengan ideologi mendiang ayahnya, Ir Soekarno. Disebutkan Dimyati, bahwa ayahnya yakni presiden pertama Indonesia justru mendapat banyak penghargaan di kalangan ulama.

“Kalau secara normal (murni) dari sana (Sukmawati), mestinya bukan seperti itu puisinya,” ungkapnya.

Karena hal ini sudah terjadi, dia berharap masyarakat bisa memaafkan atas kekhilafan yang dilakukan Sukmawati. Terlebih beberapa hari setelah pembacaan puisi itu, Sukmawati sudah melakukan permohonan maaf.

“Saya harap bisa dimaafkan kendati ada yang berpendapat bahwa hukum tetap jalan,” terangnya.

Masyarakat, kata dia, seyogyanya bersikap bijaksana dengan tidak mengaitkannya dengan keluarga Soekarno, terlebih jika laporan-laporan yang sudah dibuat bisa kembali dicabut.

Baca juga: Demo Puisi Sukmawati, Ribuan Umat Islam Cianjur Serahkan 9 Tuntutan

“Kalau ini terjadi lagi ke depannya ya itu monggo (proses hukum),” tuturnya.

Dimyati khawatir isu ini disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tidak bertanggung jawab. Terlebih, saat ini tengah memasuki kontestasi politik baik ditataran Pilgub juga Pilpres.

“Karena ini sangat bisa ditarik untuk kepentingan pemilu yang sudah di depan mata,” tuturnya.

(rga/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds