Supir Mengatuk, Dua Truk Tronton di Jalan Raya Bandung-Cirebon Adu Bagong

ADU BAGONG: Butuh waktu satu setengah jam untuk mengevakuasi korban yang terjepit. Panji/Radar Sumedang

ADU BAGONG: Butuh waktu satu setengah jam untuk mengevakuasi korban yang terjepit. Panji/Radar Sumedang

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Dua truk tronton terlibat kecelakaan di Jalan Raya Bandung-Cirebon. Tepatnya di Dusun Cilengsar, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan, Jumat (17/3) malam sekitar jam 23.00 WIB. Diduga sang sopir mengantuk, hingga truk menghantam bak terbuka dari arah berlawanan.

Saksi mata, Mbah Ato (47) menuturkan , awalnya truk bernopol D 9280 AD yang melaju dari arah Bandung mencoba menyiap kendaraan di depannya. Di saat yang sama, dari arah berlawanan datang truk tronton bernopol B 9107 UYX yang mengangkut batu bara.

“Jadi truk yang dari arah Bandung nyiap, keliahatannya dari jauh juga sudah direm, oleng gitu, nah yang dari arah Sumedang mah truknya sudah posisi berhenti tertabrak truk yang dari Bandung,” ujarnya di lokasi kejadian.

Dikatakan Mbah Ato, jalur Cileungsar, Ciherang ini memang sering memakan korban jiwa. Mengingat jalurnya yang berkelok-kelok dan menurun (arah ke Sumedang).

“Wah jalur ini mah sudah lingkaran tengkorak Pa, kan minggu kemarin juga sama ada kejadian serupa yaitu truk yang terbalik. Kayanya mah sang sopir ngantuk, sebab dia sendirian ga bawa kenek,” katanya Pantauan Radar Sumedang (Pojoksatu.id Group) di lokasi kejadian, truk bernopol D 9280 AD yang dikemudikan oleh Wihardi warga Jl. Veteran No. 49 Rt 003 / 007, Kec. Ciawi, Kab. Bogor ini ringsek di bagian kanan pengemudi hingga korban pun terjepit di bagian kaki kanan.

Evakuasi korban pun berlangsung dramatis, pasalnya Polisi dibantu warga berupaya mengeluarkan korban yang terjepit dengan peralatan yang sederhana. Meski menggunakan derek untuk menarik truk, kurang lebih evakuasi berlangsung selama satu setengah jam.

Setelah korban berhasil dikeluarkan dari bagian kursi pengemudi, korban dilarikan ke RSUD Sumedang, namun nyawa korban tak tertolong dan meninggal saat di perjalanan. Menurut salah satu saksi mata lain, yang tak lain merupakan salah satu sopir mobil derek menuturkan, saat korban yang terjepit di bagian bawah tubuhnya tengah dievakuasi oleh Polisi dan warga, detak jantung korban semakin tidak stabil.

“Jadi saat kita keluarkan dari kursi pengemudi kan terjepit tuh, kondisi korban pun saya lihat sudah lemes gitu dan ketika saya pegang detak jantungnya di bagian tangan kiri, detak jantung ya saja sudah lemah.

Lihat saja bercak darah itu banyak sampai netes ke kolong mobil,” Selain itu truk yang dihantam oleh truk korban hanya mengalami lecet dibagian felk dan bagian pintu,lanyaran truk menghantam bavian kanan bak.

Untuk evakuasi kedua truk juga terkendali beban, pasalnya mobil derek yang datang pun memungkinkan untuk menarik satu dari dua truk yang kondisi keduanya sudah tidak bisa dihidupkan.

Hingga jam 01.28, kedua truk tersebut belum bisa dievakuasi. Akibatnya kemacetan dari dua arah baik Sumedang maupun Bandung tak terelakan, bahkan terpantau hingga 1KM lebih. Para pengendara pun harus rela menunggu selama kurang lebih 30 menit, karena Polisi dibantu warga memperlakukan sistem buka tutup.

(RBD/jim/pojokjabar)


loading...

Feeds