Jalan Penghubung Subang-Purwakarta Amblas, Roda Empat Dilarang Melintas

AMBLAS: Jalan provinsi penghubung Kabupaten Subang dan Kabupaten Purwakarta di Desa Sagalaherang Kaler Kabupaten Subang amblas. MOHAMAD ANWAR/RADAR BANDUNG

AMBLAS: Jalan provinsi penghubung Kabupaten Subang dan Kabupaten Purwakarta di Desa Sagalaherang Kaler Kabupaten Subang amblas. MOHAMAD ANWAR/RADAR BANDUNG

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUBANG – Jalan provinsi penghubung Kabupaten Subang dan Kabupaten Purwakarta di Desa Sagalaherang Kaler Kabupaten Subang amblas Rabu (21/2/18) malam.

Akibatnya akses penghubung dua kabupaten tersebut terganggu dan terpaksa ditutup bagi kendaraan roda empat.

Pasalnya, di jalur sekitar gorong gorong Cibinong terjadi retakan tanah hingga sebagian jalan selebar sekitar 4 meter ini ambles membentuk lubang. Pantauan di lapangan, Kamis (22/2/18) di sekitar lokasi jalur yang ambles sudah terpasang garis polisi karena kondisinya cukup membahayakan.

Hanya kendaraan roda dua (motor) yang bisa melintas di jalur Kabupaten ini. Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni, melalui Wakapolsek, Kompol Eko Munarianto, membenarkan penutupan jalur tersebut.

Ini dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena sebelah jalan sudah ada perubahan.

“Kondisinya cukup membahayakan. Petugas kita dari Dalmas, Lantas, dan Polsek sudah sejak malam melakukan gatur,” ujar Joni Kamis (22/2/18).

Bagi pengguna kendaraan roda empat yang akan ke wilayah Sagalaherang bisa melalui Panaruban, Ciater. Demikian pula dari arah Purwakarta untuk sementara dialihkan ke jalur alternatif.

Selain itu, Polres Subang pun sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat perbaikan. Pengaturan jalur untuk sementara tertutup atau tidak bisa dilintasi kendaraan roda 4, kecuali sepeda motor.

“Mudah-mudahan dari pihak terkait segera melakukan perbaikan, sehingga jalan tersebut kembali normal,” ujarnya. Johan T Noer Kades Sagalaherang Kaler, mengaku masih belum mengetahui secara pasti penyebab amblasnya jalan tersebut.

Namun dirinya menduga, jalan amblas akibat didera hujan deras terus menerus sehingga tembok penyangga gorong gorong terkelupas dan rusak.

“Kemungkinan akibat tergerus hujan yang terus turun beberapa hari ini, atau tepatnya mengalami abrasi,” ujarnya.

(RBD/anr/pojokjabar)


loading...

Feeds