Cerita Mistis di Tanjakan Emen, Saat Melintas Harus Lempar Rokok

MITOS: Tanjakan Emen Kampung Dawuan, Desa Ciater, Subang kerap memakan korban jiwa yang tak sedikit. Sebagai penolak bala, para pengendara yang tahu tentang mitos tanjakan Emen, biasanya akan melempar rokok, sekadar membunyikan klakson atau melemparkan uang recehan. Ist

MITOS: Tanjakan Emen Kampung Dawuan, Desa Ciater, Subang kerap memakan korban jiwa yang tak sedikit. Sebagai penolak bala, para pengendara yang tahu tentang mitos tanjakan Emen, biasanya akan melempar rokok, sekadar membunyikan klakson atau melemparkan uang recehan. Ist


Sejak kejadian itu menurut Sahidin sering terjadi penampakan dan kecelakaan di sana, sehingga kemudian tanjakan tersebut dikenal dengan sebutan Tanjakan Emen.

Seseorang pernah menuliskan juga pengalaman menegangkan saat melintasi rute itu, pada pertengahan 1980-an, mobil VW Combi yang penulis tumpangi bersama keluarga tiba-tiba mogok persis di tanjakan yang kemudian kami ketahui bernama

“Tanjakan Emen”.

Hari masih sore, tapi lantaran hujan dan kabut cukup pekat membuat suasana kala itu bak sudah memasuki waktu magrib. Sopir kami berusaha mengutak-atik mesin mobil tapi hasilnya nihil.

Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa mobil angkutan yang biasa lalu lalang antara Bandung-Subang, dan meninggalkan si combi untuk diurus pihak bengkel.

Saat masih negosiasi harga sewa, seseorang yang mengenakan kupluk hitam dari mobil Colt yang akan disewa bertanya apakah di antara kami ada yang masih punya rokok. Saat kemudian disodorkan sebatang, dia menyalakan rokok tersebut dan mengisapnya beberapa kali lalu membuangnya begitu saja.

“Coba hidupkan mesinnya, Pak!,” pintanya dalam bahasa Sunda sejurus kemudian.

Ajaib! Mesin si Combi tokcer menderu. Kami semua bersorak dan bersyukur kegirangan. “Makanya jangan pelit buang sebatang rokok. Untung si Emen cuma bikin mogok mobil kalau sampai….,” kata si lelaki berkupluk hitam tanpa menuntaskan kalimatnya.

Itulah pertama kali penulis mengenal mitos berbau mistis ikhwal Jembatan Emen. Setiap kali ada kecelakaan di sekitar tanjakan itu, lantas dikaitkan seolah musibah itu terkait dengan si Emen.

(RBD/dtk/peh/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds