PMI Jabar Butuh Alat Pemroses Darah

HADIRI ACARA PMI: Wagub Jabar Deddy Mizwar saat menghadiri KSR-TSR-DD VI PMI Provinsi Jabar, di komplek Gajah Depa Cimalaka, Senin (18/12).
Agun gunawan /radar sumedang

HADIRI ACARA PMI: Wagub Jabar Deddy Mizwar saat menghadiri KSR-TSR-DD VI PMI Provinsi Jabar, di komplek Gajah Depa Cimalaka, Senin (18/12). Agun gunawan /radar sumedang


POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar menyampaikan penghargaan tertinggi terhada para sukarelawan yang tergabung dalam Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Barat.

Menurutnya, sukarelawan sangat membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Terutama dalam keadaan bencana atau dalam tanggap darurat. Sukarelawan, kata dia, bekerja cerdas, iklhlas dan tuntas sekalipun dalam keadaan darurat.

“Banyak nyawa yang terselematkan oleh para sukarelawan, baik saat bencana yang saat itu banyak membutuhkan darah,” katanya pada acara Temu Karya Sukarelawan (KSR-TSR-DDS) VI Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jabar, di komplek Gajah Depa Cimalaka, Senin (18/12).

Hadir dalam acara tersebut, sekitar 850 orang peserta dan 200 orang peninjau dari 24 kota/kabupaten di Jawa Barat. Ia menyebutkan, PMI merupakan tulang punggung dalam menjalankan misi kemanusiaan. Untuk itu perlu dukungan semua pihak. Agar para sukarelawan kemanusian semakin bertambah.

“Makanya kita apresiasi setinggi-tingginya bagi para sukarelawan. Mereka menyelamatkan banyak nyawa manusia. Mereka bisa ikhlas dalam menjalaninya,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Ketua PMI Jabar Irjen Pol (Purn) Adang Rohcjana menyatakan, kebutuhan akan darah di Jawa Barat tercukupi dengan baik. Ia menyebutkan stok darah di PMI berkisar 400 ribu labu per tahunnya.

“Pada umumnya kebutuhan darah termasuk di daerahdaerah tercukupi,” katanya.

Namun demikian kata dia, PMI memiliki kendala, seperti saat ini PMI tidak memiliki penyimpanan darah dan alat pemroses darah. Padahal alat ini sangat urgent untuk menjaga kualitas darah yang didonorkan dari pendonor.

“Kita akui kita masih banyak kekurangan seperti media penyimpan darah. Sebab satu unit penyimpan darah harganya mencapai miliaran,” katanya.

Di tahun ke 6 gelaran Temu karya Sukarelawan, kata dia, diharapkan jumlah sukarelawan meningkat. PMI meminta jumlah relawan bisa sampai tingkat RT. Acara kegiatan tersebut akan berlangsung dari 18-22 Desember.

Menurut Adang, kegiatan itu tak lain untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para sukarelawan dalam merancang, melaknsakan dan mengevaluasi pelayanan PMI di Jawa Barat serta memperkuat kerjasama dan jejaring antar sukarelawan dan mitra startegis PMI.

“Yang kita harapkan sukarelawan PMI solid dan terus memperkuat kemitraan,” kata Adang.

(RBD/gun/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds