Gara-Gara Asmara, Bocah SMP di Subang Dikeroyok Kakak Kelas

Rifki Sarif (13) pelajar kelas 2 SMP Al Masoem yang menjadi korban kekerasan kakak kelas usai melapor ke Polres Sumedang

Rifki Sarif (13) pelajar kelas 2 SMP Al Masoem yang menjadi korban kekerasan kakak kelas usai melapor ke Polres Sumedang

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Tindakan kekerasan di bawah umur kembali terjadi lagi di Kabupaten Sumedang. Kali ini kejadian tersebut terjadi di salah satu sekolah bertaraf internasional, SMP Al Masoem.
Akibat kejadian tersebut, korban yang bernama Rifki Sarif (13) kelas 2 SMP Al Masoem mengalami memar di sekujur tubuhnya karena dipukuli oleh kakak kelasnya yang berinisial AS.

“Kejadiannya dipicu karena pacar pelaku ini dekat dengan anak saya. Mungkin karena cemburu yang akhirnya anak saya dipukuli,” kata ayah korban Dadang Syarif Muchtar (44) saat melakukan laporan di Polres Sumedang, barubaru ini.

Dadang yang berasal dari Cikampek, Kabupaten Karawang tersebut menjelaskan kronologis kejadian hingga anaknya mengalami memarmemar di sekujur tubuhnya.

“Awal mula anak saya ini dirangkul paksa, terus di pukuli perutnya sekitar 7 kali. Lalu anak saya dibawa ke sebuah kamar dan disana dipukuli ke arah kepala dan lengan, serta kakinya juga ikut ditendang,” jelas Dadang berdasarkan keterangan dari anaknya.

Kejadian yang sudah terjadi beberapa hari yang lalu ini, disayangkan oleh keluarga korban dikarenakan belum menemukan penyelesaian masalah. Oleh karena itu, demi memberikan efek jera, keluarga korban memilih untuk mengadukan masalah tersebut kepada pihak kepolisian.

“Semenjak kejadian pada Kamis sore sekitar pukul 17.00 itu, saya sudah coba berkomunikasi dengan pihak sekolah. Tapi pada waktu itu, guru tidak ada yang konfirmasi, bahkan sampai orang tua pelaku juga sama. Saya menganggap mungkin mereka menganggap ini biasa. Makanya pada Jumat saya laporan kepada kepolisian,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Sumedang Dadang Romansah mengatakan pihaknya akan memonitor permasalahan yang terjadi di SMP Al Masoem.

“Iya, kami insyaalloh akan melakukan kunjungan ke Al Masoem sekaligus memonitor permasalahan tersebut,” kataDadang saat dikonfirmasi melalui telepon selular.

Namun demikian, Dadang menganggap jika permasalahan tersebut seharusnyatidak dibawa ke jalur hukum. Karena seharusnya, bila pihak sekolah dari awal sigap mempertemukan kedua belah pihak, mungkin sudah bisa diselesaikan sejak awal.

“Ini kejadiannya melibatkan siswa yang dibawah umur. Justru saya berharap masalah ini tidak dibawa ke jalur hukum, melainkan jalur mediasi,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Dadang menyarakan agar pihak sekolah bisa berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan ini. Dengan melibatkan berbagai pihak, terutama keluarga.

“Kalau DPRD diperlukan, kami juga siap membantu menyelesaikan masalah itu,” sebut Dadang.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon, Staf Humas Yayasan Al Ma’soem Ayi Mi’raj membantah jika pihaknya lamban dalam merespon kasus pengeroyokan yang terjadi di lingkungan pesantren.

“Dalam kasus ini kami telah menempuh semua prosedur sesuai ketentuan. Dari Kamis pun kami sudah mempertemukan kedua orang tua siswa (korban dan pelaku) untuk mediasi. Semua prosedur telah kami tempuh. Adapun tindakan yang kami lakukan adalah mengeluarkan pelaku utama pemukulan tersebut,” jawabnya.

(gun)

Loading...

loading...

Feeds