Aparat Sosialisasikan “Waspada Uang Palsu” di Sukasari Kabupaten Sumedang

Kasubsektor Sukasari saat melakukan pembinaan kapada sejumlah pemilik warung di kecamatan Sukasari (Foto : TOHA HAMDANI/RADAR SUMEDANG)

Kasubsektor Sukasari saat melakukan pembinaan kapada sejumlah pemilik warung di kecamatan Sukasari (Foto : TOHA HAMDANI/RADAR SUMEDANG)

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Terkait adanya warga Sukasari yang menjadi korban peredaran uang palsu (upal) membuat aparat setempat gencar melakukan sosialisasi kepada warga. Salah satunya yang dilakukan Subsektor Sukasari yang terus melakukan pembinaan terhadap warga terutama pemilik warung-warung.

“Kami prihatin ada warga Sukasari yang menjadi korban peredaran upal, untung pelakunya telah ditangkap. Masyarakat mesti memahami dan mampu membedakan antara uang asli dan palsu,” ujar Kasub Sektor Sukasari Ipda Ato Suharto kepada Radar Sumedang, kemarin (2/2).

Ato menambahkan, pihaknya melakukan sosialisasikan ke para pedagang, agar mereka bisa membedakan antara uang asli dan palsu.

“Warga harus jeli ketika menerima uang, di antaranya harus dilihat diraba dan diterawang (3D) serta menghimbau kepada para pedagang agar memiliki alat pendeteksi uang palsu, terutama bagi pedagang dengan kapasitas besar “ ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan, kata Ato, kedepan akan banyak lagi warga Sukasari yang menjadi korban upal berikutnya, jika tidak dilakukan pemahaman dari sekarang.

“Jelas, jika tidak secepatnya ditakutkan akan ada lagi korban selanjutnya, dan alhamdulillah warga sekarang sudah mulai paham dan akan lebih cermat ketika menerima uang,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut ato, pihaknya akan terus memantau pergerakan peredaran upal tersebut. Sehingga, masyarakat akan merasa nyaman ketika melakukan transaksi.

“Kami mengharapkan, warga untuk tak segan melaporkan ke Subsektor jika menduga ada peredaran uang palsu,” ujarnya. (tha)

loading...

Feeds