Terpengaruh Isu Virus Antraks, Penjualan Sapi di Sumedang Merosot Hingga 100 Persen

Penjualan sapi di pasar hewan Tanjungsari mengalami penurunan drastis akibat isu menyebarnya virus Antrax (Foto : TOHA HAMDANI/RADAR SUMEDANG )

Penjualan sapi di pasar hewan Tanjungsari mengalami penurunan drastis akibat isu menyebarnya virus Antrax (Foto : TOHA HAMDANI/RADAR SUMEDANG )

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Terkait adanya virus antraks di Pulau Jawa yang menimpa sejumlah hewan di antaranya sapi, sangat berdampak pada penjualan hewan ternak yang mengalami penurunan omset penjualan yang signifikan salah satunya terjadi di Pasar Hewan Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari. (02/02/2017).

Sejumlah peternak sapi di Pasar Hewan Tanjugsari sudah seminggu terakhir ini mengeluhkan kondisi tersebut. Bahkan, tidak seekor pun sapi yang terjual.

Salah seorang penjual sapi asal Desa Sukamantri, Kecamatan Cimalaka, H. Aan Hasbullah (72) mengatakan, sudah satu minggu dirinya harus mengelus dada karena tidak satu pun hewan peliharaannya yang laku, sejumlah pembeli mengaku menjadi takut membeli sapi karena ada kabar virus antraks.

“Akibat kabar virus antraks mengakibatkan pada penurunan penjualan hingga 100 persen,” ujarnya kepada Radar Sumedang.

Ia menambahkan, sapi yang didatangkan dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut kini harga dari bandar mengalami kenaikan, sekali mengangkut satu truk isi 12 ekor biasanya biaya transportasinya sekitar Rp. 4,5 juta hingga Rp. 5 juta sekali jalan.

“Harga sapi kini menjadi mahal. Mahalnya harga sapi diakibatkan biaya transportasi yang mengalami kenaikan, Per satu ekornya dibanderol Rp.300 ribu hingga Rp.400 ribu per sekali angkut,” ucapnya.

Menurutnya, dalam sepekan ini, tidak ada seekor pun yang terjual. Dengan begitu, biaya pakan untuk sapi ternaknya semakin membengkak.

“Kalau enggak pada laku kan biaya pakan tetap harus keluar. Nah ini yang bikin rugi. Mana seminggu pasarnya kan buka Selasa sama Sabtu saja,” ujarnya.

Ia manjamin, bahwa sapi yang dijualnya tidak mengalami sakit atau yang terkena virus antraks.

“Para pembeli tidak perlu khawatir untuk membeli sapi di Pasar Hewan Tanjungsari. Pasalnya, sapi-sapi yang dijual di Pasar Hewan Tanjungsari tidak terkena virus antraks dan selalu dicek oleh dokter hewan sebelum diperjual belikan,” ujarnya. (tha)

loading...

Feeds