Tingkatkan Suplai dengan Tanam Serentak di Kabupaten Subang

Plt Bupati Subang Imas Aryumningsih meresmikan Gerakan Tanam, Panen dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanam (OPT) Padi Kabupaten Subang Tahun 2017.

Plt Bupati Subang Imas Aryumningsih meresmikan Gerakan Tanam, Panen dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanam (OPT) Padi Kabupaten Subang Tahun 2017.

POJOKJABAR.com, SUBANG – Plt Bupati Subang Imas Aryumningsih meresmikan Gerakan Tanam, Panen dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanam (OPT) Padi Kabupaten Subang Tahun 2017 di Desa Cidadap Kecamatan Pagaden Barat Kabupaten Subang, Selasa (31/1/2017).

Acara peresmian ditandai dengan pemukulan pentungan oleh Plt Bupati  yang disaksikan oleh Kepala Dinas Tanamam Pangan dan Hortikultura Provinsi jabar Ir. Hendi Jatnika, para Muspika, Camat Pagaden Barat dan Koordinator penyuluh dan POPT juga para petani penggarap sawah di Desa Cidadap.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari kesepakatan yang diselenggarakan di Soreang, Kabupatan Bandung. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Djadja Rohada Madja.

“Realisasi target kita untuk sekarang 76,54 %, dan masih memiliki sisa yang belum ditanam, tapi sekarang penanaman akan serempak karena sudah di sungainya sudah diperbaiki, tapi kita harus sangat mewaspadai bahaya OPT,” ujar Djadja.

Ia menambahkan  luas OPT yang terancam hama wereng coklat di Kabupaten Subang ada 10.123 Ha,  dengan luas serangan 354 H , dan pengendaliannya 2704 H. Untuk pengerek batang yang terancam seluas 1370 H, dengan luas serangan 68 H dan pengendaliannya 275 H. Terakhir, hama tikus ancamannya 1442 H, luas serangannya 46 H, pengendaliaanya 550 H.

“Semuanya masih dalam intensitas rendah atau sedang.Oleh karenanya Ibu Plt Bupati harus segera mencanangkan gerakan pencegahannya OPT ini,“ jelasnya.

Kepala Dinas Tanamam Pangan dan Hortikultura Provinsi jabar Hendi Jatnika mengungkapkan, bahwa Indonesia tahun 2017 tidak mengimpor beras tapi mengekspor ke Srilanka. Hal ini ia sebut merupakan keberhasilan para petani.

“Perlu ketahui bahwa di Jawa Barat benih padi yang paling diminati yaitu produksi Subang. Serta, Jawa Barat di tahun 2016 telah menghasilkan 12 juta ton beras. Salah satu penyumbang terbesarnya dari Subang,” ungkapnya.

Sementara itu Plt. Bupati Subang Imas Aryumningsih mengatakan, luas lahan sawah di Kabupaten Subang kurang lebih 17 Hektare. Namun, hanya bisa ditanam 1 kali dalam satu tahun. Dengan dibangunnya bendungan Sadawarna, para petani Subang bisa panen sampai 3 kali dalam satu tahun.

“Tentunya, kedepan Subang bisa menyuplai beras lebih banyak ke luar Kabupaten atau Provinsi. Dan saya sendiri menolak dengan tegas pihak pengusaha yang akan mendirikan pabrik diatas lahan pesawahan, walaupun keuntungan yang saya dapat banyak sekali,“ pungkasnya. (anr)

 

 

loading...

Feeds