Tragis… Pesta Miras Oplosan, Pelajar SMP di Sumedang Ini Meregang Nyawa

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Akibat menenggak minuman keras oplosan, Rizal Firmansyah, 14, seorang pelajar yang masih duduk di bangku kelas dua SMP di Kecamatan Paseh harus meregang nyawa, Kamis (26/1) pagi.

Meski warga Warungkadu Desa Paseh Kaler ini sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong. Dari kabar yang beredar di tengah masyarakat, selain Rizal, diketahui ada empat pelajar lain yang juga dilarikan ke rumah sakit namun kondisinya masih kritis. Diduga, kelima orang pelajar ini ramai-ramai menggelar pesta miras oplosan yang diracik sendiri.

Hasil penelusuran Radar Sumedang diketahui, Rizal bersama temantemannya, pada Rabu malam menggelar pesta miras. Mereka urunan uang untuk membeli jenis minuman berkadar alkohol 70 persen dari sebuah warung di Paseh yang kemudian dicampur dengan minuman energi jenis Kuku Bima, Rabu (25/1/2017) malam.

Celakanya, bukan kenikmatan yang mereka rasakan, tidak berselang lama setelah mereka menenggak minuman keras oplosan itu, masing-masing mulai mengeluh sakit di bagian dada disertai rasa pusing. Korban akhirnya dibawa ke RSUD Sumedang untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban masuk IGD Rabu malam,” sebut salah seorang pegawai RSUD Sumedang Kamis (26/1/2017).

Meskipun sudah mendapat perawatan dan mendapat penanganan medis dari pihak RSUD Sumedang namun akhirnya nyawa korban tidak tertolong. Korban menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (26/1/2017) pagi.

“Korban meninggal sekitar jam 09.00 pagi tadi (Kamis (26/1/2017)),” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak kepolisian. Di tempat terpisah, warga Kecamatan Paseh kini mengaku resah dengan maraknya peredaran miras di tempat itu. Mereka meminta pihak berwenang agar menindak para pengedar dan penjual miras di wilayah tersebut.

“Terus terang kami merasa prihatin dan resah dengan kondisi seperti sekarang ini. Anak-anak bau kencur saja dengan mudahnya mendapatkan minuman keras berkadar alkohol tinggi seperti itu, kami minta penjualnya harus ditangkap karena menjual miras ke anak di bawah umur,” tandas salah seorang warga Paseh.

Menanggapi mencuatnya kasus miras oplosan yang merenggut korban jiwa, salah seorang tokoh pendidikan di Sumedang yang juga Ketua LP Ma’arif Sumedang Cucu Suhayat menyatakan turut prihatin atas fenomena miras oplosan tersebut. Terlebih yang jadi korbannya pelajar SMP.

“Atas nama lembaga, fenomena miras oplosan sudah sering terjadi di Kabupaten Sumedang , kami turut merasa prihatin apalagi kali ini menimpa pelajar. Untuk itu kami mengimbau agar pengawasan masyarakat harus lebih waspada lagi mengingat keterbatasan pihak sekolah dan aparat kepolisian,” kata Cucu. (gun/rik)

loading...

Feeds