Masih Alami, Objek Wisata Curug Buud Tanjungmedar Sumedang

Curug Buud

Curug Buud

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Objek wisata di Sumedang masih minim fasilitas. Hal ini membuat sejumlah objek wisata tidak banyak dikunjungi masyarakat. Padahal pengelolaan tempat wisata yang baik bisa mendongkrak PAD (pendapatan asli daerah). Seperti yang terjadi di tempat wisata Curug Buud yang ada di Dusun Sukaasih Desa Sukatani Kecamatan Tanjungmedar.

Infrastruktur di tempat tersebut masih belum dikelola dengan baik. Seperti belum adanya tempat peristirahatan, serta akses jalan setapak menuju lokasi yang licin dan cukup terjal.

”Ya sarananya memang belum menunjang,” kata Nana Suhana, 50, RW setempat yang juga penjaga karcis Curug Buud.

Tempat tersebut, sambung dia, mulai diberlakukan karcis sejak bulan puasa lalu, dan dikelola oleh pihak desa. Adapun tiket masuk ke lokasi tersebut Rp 3.000 dan untuk parkir kendaraan Rp 2.000.

”Sebetulnya malu juga kalau pakai tiket mahal-mahal, karena kami akui kondisinya ya masih seadanya saja,” katanya lagi.

Lebih jauh dia berharap kedepan ada penganggaran khusus dari pihak desa untuk mengelola objek wisata tersebut. Dengan demikian diharapkan bisa menyedot pengunjung lebih banyak lagi.

”Ya rencananya pihak desa mau bikin ruang bersalin dan toilet,” ujarnya.

Curug Buud merupakan lokasi wisata air terjun. Tempat tersebut belakangan ramai di media sosial. Beberapa orang menyebut Curug Buud merupakan air terjun Niagara versi kecil. Melihat bentuknya yang mirip air terjun terbesar di dunia itu.

Air yang terjun dari ketinggian sekitar 5 meter di Curug Buud merupakan muara tempat bertemunya aliran Sungai Cipicung dan Cikandung. Keindahannya tersebut mulai berhasil menyedot banyak pengunjung.

”Bagus, sejuk, buat selfie juga bagus. Tapi sayang kelihatannya kurang dikelola,” kata Lutfi, 25, pengunjung asal Bogor. (gun)

loading...

Feeds