Aliansi Buruh Subang “Serbu” Kantor Bupati Kabupaten Subang

atusan massa aliansi buruh Subang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Subang.

atusan massa aliansi buruh Subang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Subang.

POJOKJABAR.co9m, SUBANG – Aliansi Buruh Subang (ABS) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Subang di Jalan Dewi Sartika, Jumat (20/1/2017). Aksi unjuk rasa para buruh Subang kali ini melibatkan sedikitnya 250 orang dari berbagai organisai serikat ABS, yakni KASBI, FSPMI, SPMB, dan SPG YOUTEK.

Dalam orasinya para buruh medesak Ketua Dewan Pengupahan Kabupaten dan Bupati Subang menetapkan rekomendasikan kenaikan UMSK Subang tahun 2017 sesuai dengan hasil perundingan antara perwakilan pengusaha dengan Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Selain itu mereka juga menolak hasil perundingan Bipartit upah PT Taekwang dengan kebaikkan upah sektor 1 sebesar 8,25 % yang dijadikan acuan untuk kenaikkan UMSK 1 sebagai rekomendasi dari Dewan Pengupahan Subang.

“Selain itu, kami juga meminta DPRD dan tim atau anggota Pansus Perda Ketenagakerjaan Subang ada keterbukaan, transparansi dalam proses pembuatan Draf Raperda, gak ada istilah tertutup,” tegas Anang koordinator aksi ABS dalam orasinya.

Ketua FSPMI Suwira mendesak Pemkab Subang untuk segera menentukan besaran UMKS Subang tahun 2017. Ia juga minta Pemkab Subang lebih serius lagi dalam mnyikapi nasib para buruh Subang.

“Dengan kondisi ini sebenarnya kami sebagai buruh sudah lelah. Tapi kami telah komitmen untuk masalah UMSK harus selalu didorong,” katanya.

“Nasib buruh Subang ini dari tahun ke tahun selalu dipermainkan bukannya diperjuangkan. Kami dari pihak buruh menuntut agar pemerintah ikut serta mendukung kami, mensejahterakan buruh,” pinta Anang.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kabid Pengawasan Disnakertrans Subang Hepi berharap agar secara pribadi agar Plt. Bupati dan Dinas terkait lainnya hadir pada Senin (23/1/2017) mendatang untuk menentukan UMSK Kabupaten Subang.

“Ya kami pun berharap UMSK segera ditetapkan, karena jika berlarut, akan mengganggu produktivitas perusahaan.

“Dan sebagai dinas terkait, kami tidak bermaksud untuk mpermainkan para buruh. Kami berharap pada waktunya, kita dapat duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan UMSK,” ujarnya.

Usai melakukan mediasi, pewakilan serikat buruh bergabung dengan massa lainnya. Sekitar pukul14.30 WIB massa membubarkan diri dengan pengawalan kepolisian. (anr)

 

loading...

Feeds