Gara-gara Segelas Kopi, Dede di Sumedang Divonis Penjara Seumur Hidup

Salah satu adegan rekonstruksi pembunuhan Amar Junaedi alias Oray, 36, oleh pelaku Dede Sunarya, 46 alias Ade Warkop yang memeragakan 39 adegan pada Rabu (17/2) kemarin di sekitar warung kopi milik Ade Warkop, Jalan Raya Paseh, tepatnya di Dusun Sukahurip RT 01/01, Desa Legokkaler, Kecamatan Paseh.

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Jeritan histeris pecah dari keluarga korban pembunuhan, Amar Junaedi alias Oray, 36, dalam rekonstruksi atau reka ulangyang dilakukan jajaran Satreskrim Polres Sumedang Rabu (17/2) kemarin. Seperti diketahui, Amar tewas setelah digorok oleh Dede Sunarya alias Ade Warkop, 46, di warung kopi milik pelaku, Jalan Raya Paseh, tepatnya di Dusun Sukahurip RT 01/01, Desa Legokkaler, Kecamatan Paseh beberapa waktu lalu.

Ada 39 adegan dalam reka ulang itu. Sebagian warga yang berjubel menyaksikan reka ulang di se- kitar warung kopi milik Ade Warkop, tak segan melontarkan caci maki terhadap pelaku.

Kakak korban, Ratih, 36, histeris dengan terus berteriak, seakan tidak menerima adiknya tewas gara-gara hal sepele. Sebagaimana diberitakan, Amar menolak secangkir kopi yang sebelumnya dia pesan dan telah disajikan Ade Warkop, karena keberatan masalah harga yang dianggap mahal, Rp 3.000.

“Ampun Pak Polisi, saya tidak bisa terima adik saya mati gara-gara hal sepele. Beri hukuman yang berat Pak Polisi. Ampun, kumaha nasib adi abi? Ampun,” ucapnya berteriak sembari ditahan pihak keluarga lainnya di lokasi setempat.


Dalam reka ulang tersebut terungkap, Ade Warkop menusuk Amar dengan pisau belati pada bagian leher korban. Sehingga korban kehabisan darah di lokasi kejadian pada pukul 20.15 Sabtu (9/1) lalu. Saat kejadian, Amar ditinggalkan Ade Warkop terkapar di belakang warung kopinya.

Saat ditemukan keluarganya tak lama setelah kejadian, Amar dibawa salah seorang keluarganya dalam keadaan tak sadar diri menuju RSUD Sumedang. Namun Amar meregang nyawa dalam perjalanan menuju RSUD Sumedang, karena kehabisan darah.

Kapolres Sumedang AKBP Mahmud Nazly Harahap melalui Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Hadi Mulyana mengungkapkan, dari reka ulang sebanyak 39 adegan tersebut, pelaku Ade Warkop, telah melakukan pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup.

“Pelaku dijerat pasal 340, 338, 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup,” katanya.
(tri)