Air Waduk Jatigede Sumedang Mulai Genangi Jalan Utama

Warga menyaksikan semakin mendekatnya permukaan air Waduk Jatigede ke jalan utama penghubung Sumedang Kota- Wado-Garut. Diperkirakan dalam dua hari akses tersebut akan terputus.

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Jalan nasional penghubung Sumedang-Garut-Tasik tidak lama lagi akan putus. Hingga kemarin, Jumat (12/2) permukaan air Waduk Jatigede sudah menyentuh bahu jalan.

Tepatnya di Dusun Betok Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja. Permukaan air naik lebih cepat akibat debit air Sungai Cimanuk tinggi, ditambah hujan deras yang turun di wilayah tersebut, kemarin siang.

Di Kampung Bagelan Desa Jatibungur Kecamatan Darmaraja, jarak permukaan air ke badan jalan tidak lebih dari 1 meter, dengan jarak ketinggian 30 cm. Sementara di Jembatan Cimuja, masih di Kampung Bagelan, jarak permukaan air ke badan jalan hanya 30 cm. Tidak jauh dari SMPN 2 Darmaraja, di Desa Sukamenak, air hanya berjarak sekitar 8 meter.

Diperkirakan, dalam dua hari ke depan jalan tersebut sudah tergenang dan dipastikan memutus akses sumedang Kota-Wado-Jatinunggal. Sedangkan jalan lingkar Jatigede, yang diperuntukan pengganti jalan utama yang tergenang, masih belum bisa di lalui. Karena pengerjaannya masih belum rampung. Bahkan ada beberapa titik jalan lingkar yang amblas.


Kerusakan amblas jalan lingkar terjadi di Blok Tegalhuni Desa Neglasari Kecamatan Darmaraja dengan kedalaman amblas 4 meter dan panjang 110 meter. Kemudian di titik Cisurat dan Sukapura Kecamatan Wado dengan kedalaman 2 meter dengan panjang 20 meter.

Yang paling menjadi kendala adalah, jembatan penghubung yang akan melintasi Sungai Cimanuk, tepatnya di perbatasan Sukapura-Cikareo Selatan Kecamatan Wado, masih belum dibangun.

Sebelumnya pihak Pemkab Sumedang menyatakan untuk jalan alternatif jika jalur utama tersebut teputus akan melalui jalan kampung dengan rute, dari arah Sumedang melalui alun-alun Darmaraja-Ranggon/ Cibuah-Sukapura-Cisurat-Wado, begitupun sebaliknya yang dari arah Wado. Namun kendala ruas jalur alternatif ini, kondisi jalannya rusak dan hanya bisa dilintasi mobil kecil.

Warga Desa Sirnasari Kecamatan Jatinunggal, Tatang Solihin, 50, mengatakan jika jalan tersebut terputus, dipastikan akan menghambat transportasi warga yang sehariharinya menggunakan jalan tersebut.

”Kasihan anak sekolah, mereka ini penerus bangsa, masa mau sekolah harus muter ke Malangbong (Tasik) dulu ?,”kata Tatang.

Sekdes Jatibungur, Ahmid, berharap pihak terkait secara serius memperhatikan masalah ini. Jika akses terputus, maka dipastikan banyak yang akan dirugikan. Seperti warga Wado dan Jatinunggal yang bersekolah atau bekerja di Sumedang atau sebaliknya

”Ini sudah bukan urusan Pemkab atau Pemprov lagi, ini sudah tanggung jawab Pemerintah Pusat, karena ini urusannya nasional,” katanya. (gun)