Dalam 10 Menit Lelaki Setengah Baya Asal Sumedang Diculik di Rumahnya

Istri Dadang, Imas saat memberikan keterangan tentang dugaan penculikan suaminya di rumahnya RT 02/04, Dusun Gajahdepa, Desa Galudra, Kecamatan Cimalaka pada Rabu (10/2) kemarin.

POJOKJABAR.com, SUMEDANG – Dadang, 54, dibawa 6 orang lelaki di rumahnya RT 02/04, Dusun Gajahdepa, Desa Galudra, Kecamatan Cimalaka pada Rabu (10/ 2) kemarin sekitar pukul 14.00. Aksi dugaan penculikan itu berlangsung dalam waktu singkat, hanya sekitar 10 menit dan sempat disaksikan istrinya, Imas.

dadang (54)
dadang (54)

Belum diketahui penyebab terjadinya peristiwa tersebut. Dari keterangan di lokasi kejadian, saat itu Dadang sedang istirahat di ruang tamu. Tiba-tiba datang tamu sebanyak 6 orang lelaki ke rumah. Semula para tamu yang menanyakan suaminya itu sempat dilayani Imas di dekat pintu.

“Saya tanya dari mana, mereka jawab dari Telkomsel. Lalu suami saya dibawa menuju mobil sambil diikat pakai tambang. Saya susul dan saya tanya lagi, mau dibawa ke mana, mereka jawab mau ke polisi,” cerita Imas. Langkahnya terhenti setelah melihat suaminya dibawa kabur menggunakan mobil Avanza warna hitam leter F-1152.

Imas mengaku, akibat kejadian tadi sempat panik dan syok serta berteriak histeris. Dia lalu mencoba menghubungi ketua RT dan ketua RW setempat serta ke warga sekitar yang masih keluarganya.


Sekitar pukul 15.30 mereka datang ke Polsek Cimalaka untuk melaporkan kejadian itu. Anggota Polsek Cimalaka dan Polres Sumedang beserta pihak berwajib lainnya turun ke TKP dan memintai keterangan terhadap sejumlah saksi.

“Kejadian ini masih dalam penyelidikan. Belum diketahui penyebab dan modusnya,” kata polisi yang turun ke TKP. Kepada polisi Imas mengaku, suaminya bukan pengkonsumsi atau pengedar narkoba dan tidak pula memiliki masalah utang piutang dengan seseorang.

Dadang yang berprofesi sebagai petani itu, sekitar lima tahun lalu pernah menjadi kondektur bus dan sebelumnya pernah pula menjadi guru agama sebuah sekolah di Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.

Hingga tadi malam, warga sekitar bersama aparat masih berkumpul di dekat rumah Imas. Menurut salah seorang saksi yang merupakan warga sekitar, sebelum Dadang dibawa, 6 orang lelaki tersebut di antaranya sempat membeli lotek ke sebuah warung dekat rumah TKP.

“Sebenarnya mereka sudah ada di sekitar sini sudah lama, sebelum membawa Pak Dadang. Mungkin mereka melihat-lihat situasi waktu yang tepat dulu, sebelum (diduga) menculik,” katanya.

Saat dijemput paksa, parkir mobil mereka berjarak sekitar 20 meter dari rumah Dadang. Di antara mereka itu mengenakan baju kaus warna hitam dan memakai jaket kulit serta ada juga yang mengenakan celana pendek.

Namun tidak seorangpun terlihat di antara mereka yang membawa senjata api atau senjata tajam. Saat dibawa, Dadang mengenakan baju kaus oblong merah lengan pendek dan celana pendek warna hitam.

Imas menambahkan, tidak ada pesan apapun yang ditinggalkan para tamunya itu. Demikian pula dengan suaminya, juga tidak meninggalkan pesan saat diduga diculik. Mobil tersebut melaju ke luar perkampungan menuju arah Jalan Raya Sumedang- Cirebon. Namun sampai di jalan raya, tidak diketahui apakah menuju arah ke Sumedang atau ke Cirebon. (tri)