Bangunan SMPN 3 Pagaden Subang yang Ambruk Diduga Terjadi “Human Error”

bangunan ambruk
Polisi tengah memeriksa kondisi bangunan SMP 3 Pagaden yang ambruk.

POJOKJABAR.com, SUBANG – Pasca ambruknya dua ruang kelas belajar (RKB) SMPN 3 Pagaden, Subang, Minggu (7/2) lalu, Ketua DPRD Subang Beni Rudiono mendesak pihak kepolisian untuk melakukan pengusutan.

Selain itu, ia juga meminta Kepala Dinas Pendidikan H. E.Kusdinar untuk mengawasi semua proyek saat dilakukan proses pembangunan sekolah yang dilakukan oleh piahak pemborong.

“Kami akan meminta Kadisdik untuk mengawasi semua bangunan sekolah yang dikerjakan oleh pemborong, terlebih menyangkut kualitas atap baja ringan. Jangan sampai ada kualitas yang tidak memenuhi standar. Sebelum ada korban jiwa,” tegas Beni, Selasa (9/2).

Menurutnya, peristiwa ambruknya dua ruang kelas belajar (RKB) SMPN 3 Pagaden yang terjadi Minggu (7/2) lalu, ia menduga telah terjadi human error.


“Maka saya langsung telpon Kapolres untuk diadakan penyelidikan. Supaya bener-bener ketahuan penyebab robohnya bangunan tersebut. Untung tidak sedang proses belajar mengajar,” kata Beni Rudiono

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Subang E Kusdinar mengatakan penyebab ambruknya ke dua ruang kelas itu lebih diakibatkan faktor alam (cuaca), termasuk kerusakan satu ruang kelas lainnya.

“Penyebabnya, pertama faktor cuaca yaitu angin dan sering hujan. Kedua, rangka atap diduga tidak kuat menahan beban genting yang terbuat dari tanah,” jelasnya. (anr)