Wabah DBD Menyerang Namun Biaya Fogging di Wilayah Subang Ini…

Antisipasi wabah DBD warga Desa Sagalaherang Kaler melakukan fogging tanpa melibatkan pemerintah.

POJOKJABAR.com, SUBANG – Penyebaran wabah demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Subang, terus mengancam warga. Sebelumnya pihak RSUD Ciereng Subang mengklaim ada dua orang pasien DBD meninggal dunia.

Ditengah ancaman wabah DBD yang terus mengusik ketenangan warga, ternyata sebagian warga masih disulitkan untuk mendapatkan rasa aman dari serangan wabah nyamuk Aedes Aegypti, diantaranya untuk dilakukannya Fogging oleh pihak dinas terkait.

Seperti yang dialami warga Dusun Cilengsing Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang, mereka mengaku kesulitan saat mengajukan fogging (pengasapan) ke Puskesmas Sagalaherang. Warga menilai biaya untuk fogging itu terlalu tinggi (mahal).

“Awalnya kami mengajukan untuk dilakukan fogging ke Puskesmas, tapi ternyata biayanya cukup mahal, yakni sekitar 3 jutaan lebih. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari tenaga ahli lain. Alhamdulillah bisa lebih murah,” ujar Maman kepada Radar Bandung.


Pihaknya melakukan fogging setelah ada delapan warga kami terkena wabah penyakit demam berdarah (DBD), di lingkungan RT /RW 01/01 Blok Gudang Garam Dusun Cilengsing.

“Kami melakukan fogging ini sebagai langkah antisipasi dini penyebaran wabah DBD di wilayah kami. Kalau harus menunggu bantuan dari pemerintah entah kapan datangnya,” ungkapnya.

Kepala Desa Sagalaherang Kaler, Johan T Noer mengatakan, bahwa kasus demam berdarah (DBD) di wilayahnya terjadi hampir setiap tahun. Tercatat selama tiga tahun berturut- turut di wilayah ini wabah DBD menyerang warga.

“Di tahun 2014 di Dusun Suniaraja, 2015 di Dusun Mande, dan saat ini di Dusun Cileungsing. Kami berharap, pihak dinas terkait bisa lebih serius untuk melakukan upaya pencegahan wabah DBD di wilayah ini,” harapnya. (anr)