Astagfirullah, Daerah Ini Jadi Tempat Pembuangan Bayi

bayi

POJOKSATU.id, TEMPURAN – Kecamatan Tempuran nampaknya sudah mendapat predikat baru. Sebagai lokasi tempat pembuangan bayi. Pasalnya, dalam kurun waktu satu bulan, sudah ada dua mayat bayi yang ditemukan di lokasi itu. Setelah sebelumnya warga Desa Pagadungan menemukan mayat bayi perempuan di Kali Layapan, penemuan serupa juga terjadi Minggu pagi (30/8). Sesosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan warga Dusun Pulomulya RT 09/03 Desa Ciparagejaya tak jauh dari Markas Pol Airud Ciparage. Mayat bayi malang yang diduga masih berusia sehari itu tergeletak di atas tanah dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Sekdes Ciparagejaya Nana Sutisna mengatakan, bayi yang diduga baru berusia sehari itu ditemukan pertama kali oleh salah seorang warga yang kebetulan melintas. Kondis bayi tak bernyawa itu masih memiliki lilitan ari-ari. Disinggung apakah bayi tersebut sengaja dibuang atau hanyut dari muara Cibulan-bulan, Nana menyebut, kuat dugaan bayi tersebut sengaja dibuang orangtuanya sendiri. “Saat pertama ditemukan sekitar pukul 07.00 pagi, gak ada bekas bengkak-bengkak, diduga sih sengaja dibuang, itu mah bukan hanyut,” katanya.

Kades Ciparagejaya Kabun mengatakan, mayat bayi tersebut ditemukan memang tak jauh dari Polairud Ciparage yaitu di Dusun Pulomulya RT 09/03. Disinggung asal bayi malang itu berasal, Kades yang baru menjabat tak kurang dari setahun ini mengaku hingga saat ini belum mengetahui pasti. Ia pun mengerahkan semua kadus, RT dan RW untuk menyisir warganya masing-masing.


Sehingga dengan cepat hasil dari pengcekan itu bisa ditemukan siapakah yang mengandung dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Jasad bayi malang ini pun sudah dievakuasi Polsek Tempuran.

“Belum bisa kami pastikan bayi itu berasal dari mana? Kami kerahkan pegawai untuk memastikan warganya bahwa bayi itu berasal dari dalam atau luar desa,” ungkapnya.

Kapolsek Tempuran AKP Indamanick mengatakan, mayat bayi perempuan tersebut ditemukan di Kali Cibulan-bulan Dusun Pulomulya RT 03/06 Desa Ciparagejaya. Bayi perempuan yang nampak masih memiliki ari ari tersebut ditemukan dua anggota Pol Airud Ciparage sekitar pukul enam pagi. Saat ini, mayat bayi sudah langsung dikirim ke RSUD Karawang untuk divisum.

“Ditemukan oleh saksi anggota Satpol Air sendiri, saat ditemukan langsung dievakuasi ke RSUD untuk divisum,” katanya.

Sebelumnya, sesosok mayat bayi berjenis kelamin perempuan juga ditemukan warga tersangkut di tanggul irigasi Desa Pagadungan Kecamatan Tempuran Kamis siang, 13 Agustus lalu. Kondisi bayi yang diperkirakan datang dari arah Telagasari-Layapan itu ditemukan sekitar pukul 10.30 siang oleh seorang petani setempat.

Spontan saja, bayi malang yang diperkirakan berusia sekitar 1-2 hari itu menjadi tontonan masyarakat setempat. Dugaan sementara, bayi mungil tak berdosa itu sengaja dibuang karena hasil hubungan gelap.

Kades Pagadungan H Olim mengatakan, bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan warga nyangkut di irigasi arah Desa Cikuntul. Kondisi bayi yang diperkirakan belum lama dilahirkan itu nyangkut setelah terombang-ambing di irigasi. Dirinya tidak tahu dari manakah asal bayi tersebut, karena tak lama ditemukan langsung dievakuasi polisi Tempuran. “Nyangkut di irigasi perempatan Pagadungan arah Cikuntul itu, bayinya sudah dievakuasi polsek,” katanya. (rud)