Tanah Geser, Sembilan Rumah Retak

Ilustrasi
Lantai rumah salah satu warga Cikoneng tampak retak akibat pergeseran tanah.
Lantai rumah salah satu warga Cikoneng tampak retak akibat pergeseran tanah.

POJOKJABAR.com, CIAMIS- Sebanyak sembilan rumah di Dusun Desa Rt 17 RW 05, Desa Nasol Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis mengalami retak-retak akibat pergeseran tanah di wilayah tersebut.

Menurut salah seorang warga, Samsu (50), rumahnya mengalami keretakan sejak Senin (24/8/2015) lalu.
Diawali dengan surat gemuruh disertai getaran pada pukul 03.00 dini hari. Saat diperiksa ternyata lantai dan bebeapa bagian dinding sudah retak dengan lebar satu sentimeter.

”Saya pikir ada gempa, ternyata tanahnya bergeser. Kalau di wilayah kami, ini baru pertama kali. tapi kalau di kampung sebelah sudah pernah terjadi pada Desember 2014 lalu,”jelas Samsu.

Semakin hari retakan semakin memanjang, hingga akhirnya ia melaporkan kepada Taruna Siaga bencana (Tagana) dan aparat Desa Nasol. Dari hasil pantauan Tagana, panjang retakan di Dusun Desa mencapai 300 meter dengan lebar satu sentimeter, dimana diatasnya berdiri sembilan unit rumah tersebut.


Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Kabupaten Ciamis mengaku belum mendapat laporan resmi soal pergeseran tanah di Kecamatan Cikoneng.

”Kita lihat dulu sejauh mana keretakannya itu, bisa dimasukan ke bencana atau tidak. Dan dilihat juga tingkat kerusakannya, apakah bisa diganti atau direlokasi. Kalau memang kondisinya cukup parah, mau tak mau harus diungsikan,”jelas Dadang Suhendar, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD kabupaten Ciamis.

Menurut Dadang, Kabupaten Ciamis meruakan daerah salah satu daerah rawan longsor dan pergeseran tangah. Dari hasil pemetaan ada 10 daerah yang rawan yakni Cikoneng, Cihaurbeuti, Panumbangan, Panjalu, Panawangan,Jatinagara, Tambaksari, Rancah, Lumbung dan Banjarsari. (dhs/dea)