Anak SD Diduga Digauli Ayahnya Hingga Hamil dan Keguguran

Mawar terbaring lemah di RS Bayu Asih (foto Ilustrasi)
Mawar terbaring lemah di RS Bayu Asih (foto Ilustrasi)
Mawar terbaring lemah di RS Bayu Asih (foto Ilustrasi)

POJOKJABAR.id, PURWAKARTA – Sungguh malang nasib Mawar 12 Tahun (bukan nama sebenarnya) harus menderita karena keguguran, gadis belia asal Kecamatan Bungursari ini diduga hamil akibat perbuatan bejat ayah kandungnya sendiri yang berinisial SN (48). Kini mawar terbaring lemah di RS. Bayu Asih Purwakarta, dengan kondisi yang dangat memprihatinkan.

Menurut salah seorang perawat RS. Bayu  Asih, mawar tiba di rumah sakit minggu tengah malam dengan kondisi pendarahan.

“Masuk rumah sakit minggu malam menjelang tengah malam,” ujar perawat kepada pojokjabar Senin dini hari (24/08/2015). Kemudian ia pun memberitahukan di ruangan mana Mawar di rawat, sambil berpesan agar namanya tidak di sebutkan.

Mawar yang masih duduk di kelas 6 SD dirawat di RSUD Bayu Asih setelah mengalami keguguran, akibat di gagahi bapak kandungnya sendiri.


Mawar mengatakan, bapaknya SN (48) melakukan perbuatan bejat terhadap dirinya berulang-ulang.

“Sejak saya duduk di kelas 5 SD, bapa berulang-ulang melakukannya,” ujar Melati di RSUD Bayu Asih, Senin (24/8).

Hingga mawar mengalami kehamilan, saat hamil bapanya minta diladeni hingga ia mengalami keguguran. Ia mengaku terpaksa meladeni nafsu bejat bapak kandungnya sendiri.

Sejak awal saya enggak mau. Tapi dipaksa dan diancam, saya juga dilarang bilang sama ibu saya,” ujar Mawar. Kemudian, pada akhirnya Melati angkat bicara setelah mengandung 5 bulan hingga pada akhirnya keguguran.

Terpisah, pihak kepolisian membenarkan adanya kejadian tersebut. Hal ini sebagaimana di sampaikan Bripka. Rully, anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) pada satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Purwakarta.

“Dugaan pelaku adalah ayah kandungnya sendiri, padahal pelaku berinisial SN merupakan tokoh agama di kampungnya,” ujar Rully kepada wartawan, Senin (24/08/2015).

Padahal, lanjutnya, korban sebelum di bawa ke rumah sakit di bawa terlebih dahulu ke bidan oleh kedua orang tuanya.

“Di bawa ke bidan sama Ibu dan Bapanya (pelaku), kemudian di bawa ke rumah sakit,”pungkasnya.

Menurut Kasat Reskrim, AKP. Dadang Garnadi, pelaku yang di duga ayah kandungnya itu saat ini dalam pengejaran pihak kepolisian.

“Pelakunya masih kami kejar untuk di tuntut pertanggungjawabanya,” ujar Dadang kepada wartawan. (Adw)