Terdakwa Pembunuh Dilempari Sandal dan Botol Air Mineral

Seorang wanita berusaha mengejar pelaku pembunuhan yang di jagq ketat aparat kepolisan
Seorang wanita berusaha mengejar pelaku pembunuhan yang di jagq ketat aparat kepolisan
Seorang wanita berusaha mengejar pelaku pembunuhan yang di jagq ketat aparat kepolisan

POJOKJABAR.id, PURWAKARTA – Usai menjalani sidang keempat kasus pembunuhan Ibu dan anak di Pengadilan Negeri Purwakarta, terdakwa M Veri Maulana menjadi bulan-bulanan keluarga korban yang tak terima dengan tindakan terdakwa.

Keluarga korban yang sengaja menunggu terdakwa keluar saat usai mengikuti proses persidangan di halaman Pengadilan Negeri Purwakarta, spontan melempari terdakwa dengan sendal dan botol air mineral, Selasa (18/08/2015).

Bahkan, petugas kepolisian yang mengamankan terdakwa dari ruang sidang menuju mobil tahanan, ikut menjadi bulan-bulanan keluarga korban. Petugas berupaya mengamankan terdakwa dari upaya keluarga korban yang hendak menghakimi terdakwa. Bahkan salah seorang keluarga korban nekad mengamuk dan memukuli petugas yang menghalangi keluarga korban.

Semula, sidang yang dipimpin oleh hakim yang terdiri dari Febri Purnavita, Eva MT Pasaribu dan Cipta Hosari itu berlangsung aman. Dengan agenda pemeriksaan terdakwa. Namun saat sidang usai, dan terdakwa hendak memasuki mobil tahanan, kondisi di depan Pengadilan Negeri Purwakarta tiba-tiba saja gaduh. Akibat dari keluarga korban yang berusaha mengejar pelaku.


Tanpa dikomando, beberapa keluarga korban mencopot sandal dan melemparkannya ke arah terdakwa. Beberapa dari merekapun meluapkan amarahnya dengan mengeluarkan kata-kata dengan nada cukup keras.

“Dasar manusia biadab, dasar pembunuh,” kata salah seorang keluarga korban.

Sidang ini akan dilanjutkan pada tanggal 31 Agustus 2015 mendatang, dengan agenda pembacaan tuntutan. Kasus ini terjadi pada Februari 2015 lalu. Terdakwa didakwa melakukan pembunuhan terhadap Sri Romawati (35), dan anaknya bernama Amalia (10) serta bayi dalam kandungan.

Adapun anak bungsu dari korban bernama Alvian (5) mengalami luka-luka bekas tikaman senjata tajam, dan berhasil di selamatkan. Suami korban, Widodo,  merupakan rekan kerja dari terdakwa.

Saat diwawancarai, Widodo suami almarhumah meminta, agar penegak hukum memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada terdakwa.

“Saya minta pelaku diberi hukuman mati,” singkat dia.

Sementara, Jasa Penuntut Umum (JPU) Budi Perkasa Adi membenarkan, jika sidang kali ini dengan agenda pemeriksaan terhadap terdakwa.

“Sidang dilanjutkan nanti, hari Senin tanggal 31 Agustus,” ujar Budi. (Adw)