Siapa Bilang Kemarau Gagal Panen, di Purwakarta Malah Panen Raya

Dandim 0619 Purwakarta (kanan pake topi) Kepala DinasPertanian (tengah baju batik), perwakilan PT.Pupuk Kujang (kiri baju putih)
Dandim 0619 Purwakarta (kanan pake topi) Kepala DinasPertanian (tengah baju batik), perwakilan PT.Pupuk Kujang (kiri baju putih)
Dandim 0619 Purwakarta (kanan pake topi) Kepala DinasPertanian (tengah baju batik), perwakilan PT.Pupuk Kujang (kiri baju putih)

POJOKJABAR.id, PURWAKARTA – Dimusim kemarau banyak para petani cenderung gagal panen akibat kekeringan, berbeda halnya di Purwakarta walaupun kondisi kemarau kering kerontang para petani bisa panen Raya dan menikmati hasil panennya. Hal ini dampak dari kerjasama yang di gulirkan antara pihak Dinas Pertanian, Tentara dan PT.Pupuk Kujang, yang memiliki kelompok tani binaan sehingga petani menikmati hasil panen yang berlimpah.

Panen raya yang berlokasi di Desa Campakasari Kecamatan Campaka Purwakarta ini, merupakan panen raya kesekian kalinya oleh Tentara Dinas Pertanian dan PT.Pupuk Kujang. Di area seluas 32 Hektare tersebut, petani berhasil memanen padi 7,2 Ton/Hektare.

Menurut Dandim 0619 Purwakarta, Letkol. Czi. Cahyadi.A, ini sebuah bukti bahwa bila kita bersama-sama bersinergi bisa panen raya. Padahal sawah ini merupakan sawah tadah hujan yang mengandalkan air saat musim hujan saja. Faktanya saat ini karena saling bekerjasama antara petani,tentara dinas pertanian dan PT.Pupuk Kujang berhasil memanen padi dengan hasil yang berlimpah.

“Ini adalah contoh yang sangat baik, saat kita bersama-sama bahu membahu demi ketahanan pangan maka kita akan berhasil,” ujar Dandim, yang didampingi Kasdim dan Danramil Campaka.


bahkan dari hasil panen saat ini para petani mengalami peningkatan produktifitas dari tahun lalu, ini menuinjukan kalau kita bersatu padu maka akan menghasilkan yang memuaskan pula.

“Saya malah senang bisa langsung turun ke sawah ngarit padi bareng-bareng dengan para petani, berjalan di pematang sawah menikmati indahnya padi yang menguning,” tambah Dandim.

Ia berharap sinergitas anatara TNI dan petani bisa terus berlanjut, terutama dalam mempertahankan ketahanan pangan.

“Kita ingin kebersamaan seperti ini, jadi tidak ada penyekat antara TNI dan Petani,” pungkasnya.

Masih di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun), Ir. Wawan Tarsamana Setiawan, membenarkan bahwa panen raya kali ini mengalami kenaikan produktifitas padi gabah kering di bandingkan tahun lalu.

“Mengalami kenaikan priduktifitas sekitar 8 Kwintal/Hektare di bandingkan tahun lalu. Tahun lalu di sini produksinya 6,4 Ton/Hektare, saat ini menjadi 7,2 Ton/Hektare,” ujar Tarsamana, yang didampingi Dandim 0619 dan Kabid Pertanian.

Hasil panen yang cukup menggembirakan itu tidak lepas dari kerjasama semua pihak, walaupun di areal sawah tadah hujan namun para petani panen dengan hasil yang melimpah.

“Kami menggunakan air dari bekas galian C, walapun harus mengalirkan ke sawah menggunakan selang air sepanjang ratusan meter kami tetap optimis hasilnya pasti akan memuaskan, panen raya ini merupakan buktinya,” tambahnya panjang lebar. (Adw)