Korban Kebakaran Buka Posko Sendiri

Sejumlah warga berusaha memadamkan api rumah Nuryani, tapi sia-sia rumah panggung milik korban ludes
Sejumlah warga berusaha memadamkan api rumah Nuryani, tapi sia-sia rumah panggung milik korban ludes
Sejumlah warga berusaha memadamkan api rumah Nuryani, tapi sia-sia rumah panggung milik korban ludes

POJOKSATU,id,PURWAKARTA – Setelah rumahnya habis terbakar pada Sabtu (8/8/2015) pagi lalu, keluarga korban mendirikan posko sederhana untuk tinggal sementara keluarganya. Korban kebakaran yang bernama, Nuryani (36) sengaja membuat posko dengan alasan tak ada lagi tempat tinggal, padahal sebelumnya Kepala Desa Setempat menawarkan Nuryani untuk sementara tinggal di kantor desa.

Dari pantauan di lapangan Senin (10/08/08), seluruh aktifitas keluarga Nuryani kini dilakukan di posko itu, bahkan semenjak kebakaran hebat ia langsung mengumpulkan barang-barang bekas yang tak terpakai. Beberapa orang yang simpati seperti tokoh ulama pemilik Ponpes Al-Hikamusslafiyah Cipulus KH Adang Badrudin langsung memberikan bantuan materila untuk keluarga Nuryani.

Salah seorang warga Kp Tanjung Manggu Desa Simpang Nurasiah mengaku prihatin dengan nasib Nuryani. Ia bersama warga lainnya menyumbangkan pakaian yang layak untuk ganti baju Nuryani.

“Kasihan karena tidak ada lagi pakaian, sama warga lainnya ikut menyumbang,” tuturnya.


Sebelumnya, nahas sekali nasib keluarga Jejen (40) dan Nuryani (37) warga Rt 03 Rw 02 Kampung/Desa Simpang Kecamatan Wanayasa Purwakarta Jawa Barat, rumahnya habis dilalap api saat ia menjemur pakaian. Saat terdengar ledakan dari dalam salah satu kamar, api langsung melahap ruangan itu dengan cepat maklum bangunan rumah Nuryani seluruhnya terbuat dari kayu.

Nuryani tak mengira kalau Sabtu (8/8/2015) menjadi hari yang kurang baik bagi keluarganya. Saat ia menjemur sekitar jam 7.00 WIB pagi, ia mendengar ledakan keras dari dalam kamar yang menyeburkan api dan melalap ruangan. Saat itu ada anaknya yang paling kecil masih berada di dalam, Nuryani pun langsung masuk ruangan tadi dan menyelamatkan anaknya itu, ia tidak sempat berfikir untuk menyelamatkan barang lainnya. (Adw)