Pria Ini Jadi Peserta UN Tertua di Kedawung

UN
Mata Sudirdja

POJOKSATU.id,CIREBON-Mata Sudirdja (59) dengan sigap melihat soal-soal ujian nasional yang dipegang dengan tangan kirinya. Tangan kanannya dengan cekatan mengisi lembar jawaban yang telah disediakan. Sesekali Sudirdja memegangi kepalanya sebagai tanda dirinya sedang berpikir. Menjadi peserta tertua dalam ujian nasional Paket C di SMKN 1 Kedawung, ternyata tidak menyurutkan semangatnya untuk menyelesaikan soal-soal ujian.

Usia Sudirdja memang tak lagi muda. Namun semangatnya untuk menuntut ilmu tak kalah dengan anak-anak muda. Perkembangan zaman yang semakin maju mendorong Sudirdja untuk terus memacu dirinya. Meski sudah memiliki lima anak, Sudirdja tak malu untuk terus belajar.

Sudirdja adalah pria kelahiran Cirebon, 18 Juni 1956. Pendidikan formal terakhir yang didapatnya adalah sekolah dasar pada tahun 1968. Dengan bermodalkan ijazah SD, Sudirdja pun bekerja sebagai wiraswasta hingga akhirnya menikah dan memiliki lima orang anak. “Saya orang tani biasa,” ujar warga Kertasura, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon ini.

Sekitar 2009, Sudirdja akhirnya memutuskan untuk ikut pendidikan lanjutan Paket B. Selama tiga tahun mengikuti program Paket B, Sudirdja pun dinyatakan lulus. Tak puas dengan paket B atau setara SMP, Sudirdja pun langsung melanjutkan ke jenjang paket C atau setara SMA. “Saya mau ikut maju. Biar nggak ketinggalan zaman. Sekarang kan semuanya sudah maju,” ujarnya.


Keinginannya untuk bersekolah lagi juga muncul ketika melihat kelima anaknya sukses. Dua dari lima anaknya merupakan lulusan sarjana. Sementara tiga anak lainnya menjadi anggota kepolisian. Kelima anaknya pun mendukung keinginannya untuk bisa terus menuntut ilmu. “Semuanya (anak, red) pendidikan. Dua kuliah, yang lain jadi anggota (polisi). Saya juga nggak mau ketinggalan zaman. Mau ikut maju,” lanjutnya.

Bahkan Sudirdja sudah memiliki rencana untuk melanjutkan jenjangnya ke perguruan tinggi. Dirinya memiliki mimpi meraih gelar sarjana hukum. “Biar saja walau sudah ada umur. Rencana saya mau kuliah ke Untag, kira-kira mau mencapai SH,” lanjutnya.

Ditanya mengenai ujian nasional, Sudirdja mengaku cukup kesulitan. Diakuinya soal-soal bahasa Indonesia yang diujikan cukup membuat dirinya bingung. “Waduh bikin panas kepala. Susah. Tapi ya saya coba kerjakan. Bismillah mudah-mudahan bagus,” tukas pria yang memilih jurusan IPS ini. (ida/yaz)