Ada Warga Dipasung, Bupati Dedi Tahan Gaji Ketua RW dan RT

Ilustasi warga dipasung. | FOTO: indonesia.ucanews.com
 Ilustasi warga dipasung. | FOTO: indonesia.ucanews.com

Ilustasi warga dipasung. | FOTO: indonesia.ucanews.com

POJOKSATU.id,PURWAKARTA – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menahan gaji Kepala Desa Cibeber, Ketua RT 4 dan Ketua RW 2 di desa tersebut selama dua bulan. Penahanan gaji yang dilakukan bupati karena di wilayah desa itu terdapat perempuan bernama Amanah (43), warga yang dipasung karena mengalami gangguan jiwa.

“Saya tahan gajinya selama dua bulan. Kades, ketua RT dan ketua RW-nya tidak laporan sama saya di daerahnya ada warga yang dipasung,” kata Dedi di Pendopo Purwakarta, Rabu (15/4).

Menurut Dedi, tindakan mereka sudah keterlaluan. Padahal, para aparat desa itu bisa langsung melaporkan secara langsung, jika ada hal-hal seperti kepada dirinya.

“Itu kan keterlaluan dan tidak manusiawi, ada warga dipasung di wilayahnya dan mereka tidak laporan. Padahal aparat desa tinggal SMS atau telepon memberitahukan sama saya,” kesalnya.


Apalagi, dirinya selaku bupati, mengetahui ada warga yang dipasung dari media sosial karena seorang warga memposting foto Amanah. Sementara para aparatnya tidak ada satupun yang laporan sebelumnya.

“Saya tahunya dari medsos tadi malam. Kemarin malam saya langsug kirim ambulance dan biaya untuk dikirim ke RSJ Cisarua, orangnya sudah dirawat disana sekarang,” terangnya.

Ke depan, kata Dedi, ia meminta semua aparat pemerintahan dari kepala dinas hingga ketua RT untuk tanggap menyelesaikan masalah di wilayahnya masing-masing.

“Ya harus tanggap, cepat lapor ke saya kalau ada apa-apa,” ujar Dedi.

Gaji kades di Purwakarta sendiri mencapai Rp 2.6 juta. Kemudian Ketua RT digaji Rp 500 ribu dan Ketua RW digaji Rp 550 ribu.

Sementara itu, Amanah sendiri dipasung kedua orang tuanya, Nedi (75) dan Anah (65)  di ruangan 2×3 meter persegi, di halaman belakang rumahnya selama dua tahun. Aktifitas makan, minum, tidur hingga buang air dilakukan di ruangan tidak layak itu.

“Kami terpaksa memasungnya, kalau dilepas Amanah akan merusak barang, kalau punya kami sih tidak masalah. Kalau sudah merusak barang orang lain, kami tidak bisa menggantinya dan akhirnya harus malu,” kata Nedi di kediamannya.

Amanah menurut cerita Anah sang ibu seperti tak sadar dan bertingkah seperti orang stres ketika berusia 17 tahun. Saat itu, Amanah sakit demam tinggi yang membuat kesadaran Amanah seakan hilang.

“Sudah lama, awalnya sejak dia sakit, ia mengalami gangguan jiwa. Akhirnya kami terpaksa memasung anak kami dua tahun lalu. Saat ini usia Amanah 43 tahun,” ujar Anah.

Nedi dan Anah sendiri dengan penghasilan pas-pasan tak sanggup mengobati sang anak ke rumah sakit atau melanjutkan pengobatan karena keterbatasan ekonomi. Selama puluhan tahun, ia hanya mengandalkan pengobatan tradisional.

“Sekarang kami lega sudah ada pengobatan buat Amanah,” ujarnya.

(adw)