Bawaslu Belum Panggil 12 PPK dan Komisioner KPU Karawang, EK Budi Santoso Sebut Waktu Siap Dipanggil

Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Karawang, Roni Rubiat Machri./Foto: Ega

Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Karawang, Roni Rubiat Machri./Foto: Ega

POJOKJABAR.com, KARAWANG–  Caleg Perindo EK Budi Santoso mengaku bisa menghadiri panggilan Bawaslu Kabupaten Karawang pada pekan depan,

“Minggu depan,” katanya.

Ia pun mengklarifikasi soal ketidakhadiran dirinya memenuhi panggilan Bawaslu. EK mengaku sedang sibuk dengan aktivitasnya yang tidak bisa diganggu.

“Ok saya terima, surat undangannya, tapi mohon maaf saya tidak bisa hadir hari rabu karena sdh ada schedule saya. Sy minta minggu depan,” ucapnya.

Seperti diketahui, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang masih melakukan investigasi terkait dugaan kasus jual beli suara yang melibatkan caleg dan oknum penyelenggara pemilu.

“Ini masih tahap investigasi,” ujar Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Karawang, Roni Rubiat Machri, kepada Pojokjabar.com, Kamis (20/6/2019).

Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Karawang, Roni Rubiat Machri

Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Karawang, Roni Rubiat Machri./Foto: Ega

Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Karawang, Roni Rubiat Machri

Divisi Penindakan Pelanggaran Pemilu Bawaslu Karawang, Roni Rubiat Machri./Foto: Ega

 

Roni mengaku terus berusaha menelusuri permasalahan ini, salah satunya dengan mengundang Caleg Perindo EK Budi Santoso. Namun EK belum memenuhi permintaan Bawaslu dan meminta waktu minggu depan.

“Keterangan kuncinya ada di beliau (EK Budi Santoso). Ya kalau masih tidak dapat hadir, kami akan memutuskan dengan apa adanya sesuai dengan aturan yang ada,” ucap Roni.

Sejauh ini, Bawaslu mengaku baru melakukan pemanggilan kepada satu pihak saja yakni EK Budi Santoso sebagai saksi kunci. Sedangkan pihak lain dalam hal ini 12 PPK san 1 orang oknum Komisioner KPU belum diklarifikasi.

korupsi penyelenggara pemilu

Caleg DPR RI dari Perindo, Engkus Kusnaya Budi Santoso, saat jumpa pers masalah jual beli suara di Pileg lalu dirinya mengaku menggelontorkan dana hampir 1 Milyar untuk para penyelenggara pemilu.

 

“Setelah ada keterangan dari EK, tentu akan diundang semua pihak yang terlibat dalam peristiwa ini,” katanya.

Roni juga memastikan soal batas maksimal dalam menangani masalah ini. Kata dia, Bawaslu membutuhkan waktu 7 hari sejak kasus ini diketahui untuk dijadikan temuan.

“Hari senin setelah EK hadir, kami putuskan apa memenuhi syarat formil dan materil untuk dijadikan temuan dugaan pelanggaran pemilu atau bukan,” ungkapnya.

Caleg DPR RI

Caleg DPR RI dari Perindo, Engkus Kusnaya Budi Santoso, saat jumpa pers masalah jual beli suara di Pileg lalu dirinya mengaku menggelontorkan dana hampir 1 milyar untuk para penyelenggara Pemilu./Foto: Ega

(Ega/Pojokjabar)

loading...

Feeds

Giant-Ekspres-Bojongsari

Giant Ekspres Bojongsari Tampil Beda

Giant Ekspres Bojongsari melakukan terobosan dengan meluncurkan ‘Giant Tampil Beda’. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk memberikan pengalaman