Pakar Hukum Ungkap Hal Penting Soal Penyuap dan Penerima Suap

Pakar Hukum Eigen Justisi./Fotot: Ega

Pakar Hukum Eigen Justisi./Fotot: Ega

POJOKJABAR.com, KARAWANG РKasus jual-beli suara (voter buying) saat pemilu legislatif April 2019 lalu terjadi di Kabupaten Karawang.

Praktik haram ini diungkap oleh seorang Caleg Perindo dari daerah pemilihan (Dapil) VII, Engkus Kusnaya Budi Santoso.

EK pria ini biasa disapa mengaku jadi korban mafia jual beli suara oleh penyelenggara pemilu.

Saat itu, ia dijanjikan bisa meraih sebanyak 50 ribu suara dengan syarat menyetorkan sejumlah uang.

Caleg DPR RI dari Perindo, Engkus Kusnaya Budi Santoso, saat jumpa pers masalah jual beli suara di Pileg lalu dirinya mengaku menggelontorkan dana hampir 1 milyar untuk para penyelenggara Pemilu./Foto: Ega

Caleg DPR RI dari Perindo, Engkus Kusnaya Budi Santoso, saat jumpa pers masalah jual beli suara di Pileg lalu dirinya mengaku menggelontorkan dana hampir 1 milyar untuk para penyelenggara Pemilu./Foto: Ega

 

Totalnya hampir mencapai Rp1 Miliar sudah ia serahkan kepada 12 PPK dan 1 Komisioner KPU.

Namun hasil suara Pileg yang ia raih ternyata jauh dari harapan.

Khusus di Karawang ia hanya meraih sebanyak 4 ribu suara dari 50 ribu yang dijanjikan.

korupsi penyelenggara pemilu

Caleg DPR RI dari Perindo, Engkus Kusnaya Budi Santoso, saat jumpa pers masalah jual beli suara di Pileg lalu dirinya mengaku menggelontorkan dana hampir 1 Milyar untuk para penyelenggara pemilu.

 

Menanggapi kasus yang sedang heboh itu, Pakar Hukum Eigen Justisi mengatakan, jika terbukti kedua pihak yang menyuap dan yang disuap sebenarnya bisa dipidana.

“Kalau tertipu dan alat buktinya lengkap jelas Pidana Pasal 378 & 372/374 KUHP,” ujar Eigen, kepada Pojokjabar.com, Senin (17/6/2019).

Namun begitu, kata Eigen, berdasarkan UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dalam hal ini UU No 31 tahun 1999 jo UU no 20 th 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi kedua belah pihak sama-sama terancam sanksi pidana.

Ilustrasi suap

Ilustrasi

 

“Bisa saja (dua pihak dipenjara),” tandas Eigen.

Sementara itu, kepada media ini, EK Budi Santoso mengungkap motivasi dirinya mengungkap kasus jual beli suara. Kata dia, dengan dibongkarnya kasus ini diharapkan jadi catatan agar kedepan tidak lagi terjadi hal serupa.

“Target saya adalah modus pelaksana Pileg setiap periodenya biar terbongkar. Sehingga gerenerasi penerus bangsa mendapat ruang yang sama dalam pesta demokrasi yang utuh, untuk mengakomondasikan generasi penerus bangsa yang kompeten,” ujar dia.

Bahkan EK mengaku tidak takut sedikitpun jika ia mendapatkan ancaman karena mau membongkar kasus ini.

“Siapa yang mau ngancam saya, sebut namanya akan saya samperin siapapun dia, saya ini orang gaul banget bro,” tandas EK.

(Ega/Pojokjabar)

loading...

Feeds

Ngelem

Miris, Masih SD Sudah Ngelem

Tiga bocah yang masih berstatus pelajar salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cugenang, tertangkap basah sedang asyik menggelar pesta …