5 Fakta Mafia Jual Beli Suara di Karawang, Fakta Miris Pemilu 2019

Caleg DPR RI dari Perindo, Engkus Kusnaya Budi Santoso, saat jumpa pers masalah jual beli suara di Pileg lalu dirinya mengaku menggelontorkan dana hampir 1 milyar untuk para penyelenggara Pemilu./Foto: Ega

Caleg DPR RI dari Perindo, Engkus Kusnaya Budi Santoso, saat jumpa pers masalah jual beli suara di Pileg lalu dirinya mengaku menggelontorkan dana hampir 1 milyar untuk para penyelenggara Pemilu./Foto: Ega

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Redaksi Pojokjabar.com mendapati sejumlah fakta dari pemberitaan Caleg DPR RI asal Karawang yang mengaku menjadi korban mafia jual beli suara, Minggu (16/6/2019).

Berikut ini beberapa fakta terkait kasus Caleg tersebut:

Kasus politik uang saat Pemilu legislatif 2019 mencuat di Kabupaten Karawang.

Teranyar, soal kasus salah satu calon anggota legislatif dari Partai Perindo yang mengaku sudah menyetor uang ratusan juta kepada belasan pengurus PPK.

Menanggapi kasus itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Karawang, Kursin Kurniawan tak menampik jika politik uang memang terjadi selama proses pemilu kemarin. Namun pihaknya mengaku kesulitan mengungkap kasus politik uang.

“Biasanya laporan kurang persyaratan formil,” ujar Kursin, Sabtu (15/6/2019).

 

2. Caleg DPR RI Ini Dijanjikan 50 Ribu Suara, Gelontorkan Dana Hampir 1 M untuk Penyelenggara Pemilu?

Kasus dugaan jual beli suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mencuat di Kabupaten Karawang.

Seorang Caleg dari Dapil Jabar VII yang maju lewat Partai Perindo, Engkus Kusnaya Budi Santoso mengungkap praktek haram tersebut ke publik beberapa waktu lalu.

Kepada sejumlah wartawan, EK biasa pria ini disapa, mengaku telah ditipu oleh belasan Ketua PPK dan oknum Komisioner KPU Karawang berinisial AM.

 

Tak tanggung-tanggung, EK mengaku sudah mengeluarkan uang tak kurang dari Rp 1 Milyar yang ditransferkan kepada penyelenggara pemilu tersebut. EK mengaku jadi korban praktek jual beli suara.

 

3. Pria Misterius Tawarkan Uang Damai Minta Hentikan Berita, Suruhan Oknum Penyelenggara Pemilu?

Kasus jual beli suara saat pemilu legislatif April 2019 di Karawang terus memanas. Maklum, kasus ini diduga akan menyeret sebanyak 12 Ketua PPK dan 1 oknum Komisioner KPU berinisial AS.
Sejumlah pihak yang diduga menerima uang dari Caleg DPR RI bernama EK Budi Santoso Dapil Jabar VII ini mulai gerah dan berusaha mengintervensi wartawan agar tidak terus menerus memuat berita tersebut.

Pojokjabar.com adalah satu diantara media lain yang instens menulis berita kasus tersebut.

Baca: Pria Misterius Tawarkan Uang Damai Minta Hentikan Berita, Suruhan Oknum Penyelenggara Pemilu?

 

Pada Sabtu (15/6/2019) petang, seseorang yang tidak diketahui namanya menelpon Pojokjabar.com. Pria ini enggan menyebutkan identitasnya saat itu.

 

4. Belasan Oknum yang Diduga Penyelenggara Pemilu Penikmat Uang Haram Caleg DPR RI, Bersiap Dipenjarakan

Nasib para oknum yang diduga para penyelenggara pemilu karawang, tinggal menunggu waktu masuk jeruji besi.

Karena Caleg DPR RI yang merasa tertipu secara terstruktur tidak main-main akan melaporkan mereka semua ke pihak berwajib.

Meski gagal, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Perindo untuk Dapil Jabar VII, Eka Budi Santoso mengaku habis duit banyak selama pencalonan kemarin.

Baca: Belasan Oknum yang Diduga Penyelenggara Pemilu Penikmat Uang Haram Caleg DPR RI, Bersiap Dipenjarakan

 

Meski begitu, EK tidak merinci untuk apa saja uang yang ia hitung mencapai lebih dari Rp5 Miliar tersebut. Namun yang jelas, EK mengaku telah tertipu oleh belasan oknum yang diduga para PPK dan 1 Komisioner KPU Karawang berinisial AM.

 

5. Caleg DPR RI Asal Karawang Ngaku Habis Duit Miliaran Demi Dapat Suara

Meski gagal, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Perindo untuk Dapil Jabar VII, Eka Budi Santoso mengaku habis duit banyak selama pencalonan kemarin.

Meski begitu, EK tidak merinci untuk apa saja uang yang ia hitung mencapai lebih dari Rp5 miliar tersebut.

Namun yang jelas, EK mengaku telah tertipu oleh oknum belasan PPK dan 1 Komisioner KPU Karawang berinisial AM.

 

EK mengaku jadi korban mafia jual beli suara oleh penyelenggara Pemilu. Saat itu, ia dijanjikan bisa meraih sebanyak 50 ribu suara dengan syarat menyetorkan sejumlah uang.

(mar/pojokjabar)

loading...

Feeds