Mantan Ketua DPRD Purwakarta Angkat Suara Soal Anggaran Pembuatan Raperda, Angkanya Mengerikan

ilustrasi

ilustrasi

Cari Aman

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Dari mulai pembentukan pansus, kunker ke daerah pembanding, bimtek, konsultasi degan intansi vertikal hingga ke naskah akademik.

Anggaran yang dihabiskan untuk pembuatan Raperda hingga menjadi Perda berada di kisaran Rp 100-200 juta.

“Angka pastinya variatif yah, tergantung raperdanya tentang apa. Biaya di atas itu rata-rata untuk raperda yang diinisiasi DPRD. Anggaran tersebut belum termasuk biaya tenaga ahli. Tenaga ahli ini jumlahnya tergantung kebutuhan dari pansus,” ujar Mantan Ketua DPRD Purwakarta periode 2009-2014, Ucok Ujang Wardi kepada RMOL Jabar (Pojoksatu.id group, Minggu (2/9).

Baca: Tahun Ini, Empat Raperda di Purwakarta Segera Diparipurnakan

 

Soal adanya keterlambatan naskah akademik dari Tujuh Raperda yang telah dibahas oleh DPRD Purwakarta, Ucok mengatakan bahwa hal tersebut sudah sangat keterlaluan.

“Tujuh naskah akademik raperda masih mentok di perguruan tinggi yang membuatnya, ini keterlaluan. Jangan-jangan belum dibayar, jadi mentok. Biasanya tidak sampai menupuk seperti itu,” katanya.

Menurut Ucok, produk pembuatan perda baik berupa usul prakarsa DPRD maupun dari Balegda itu jika dirunut memakan biaya kisaran Rp 100-200 juta itu berupa satu nomenklatur anggaran.

Baca: Pemkab dan DPRD Kabupaten Bogor Rancang Dua Raperda Sekaligus

 

“Jika dikaitkan dengan kegiatan pansus dan kunker pimpinan pansus hingga pinalisasi pembahasan perda melalui paripurna akan lebih besar biayanya. Dan untuk nomenklatur anggaran Naskah Akademik itu lain lagi,” kata Ucok.

Jika benar DPRD Purwakarta belum merampungkan kewajiban dan menyelesaikan sejumlah raperda menjadi perda, sebagai warga Purwakarta, Ucok meminta DPRD di penghujung masa jabatannya bisa menyelesaikannya.

raperda

Ilustrasi Raperda.

 

“Agar jika kemudian hari tidak terpilih kembali, minimal ada prestasi yang bisa dibanggakan warga Purwakarta,” tuturnya.

Baca: Raperda Induk Kepariwisataan Ditetapkan, Bupati Bekasi Harap Peran Serta Seluruh Stakeholder

 

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Purwakarta, Neng Supartini tidak mengatahui angka pasti berapa anggaran yang dihabiskan untuk menyelesaikan setiap raperda menjadi perda.

raperda perda

Ilustrasi Raperda

 

“Angka pastinya, harus dicek dulu. Untuk keterlambatan naskah akademik, kemungkinan, pertama keterlambatan NA dari pihak eksekutif jika raperda tersebut diinisiasi oleh Pemda. Informasi terakhir untuk raperda yang diinisiasi oleh DPRD naskah akademiknya sudah diselesaikan oleh pihak Unisba, sebanyak dua raperda,” kata Neng.

Hingga naskah ini ditulis, pihak sekretariatan DPRD Purwakarta belum dapat di konfirmasi, perihal berapa anggaran yang dihabiskan untuk pembuatan perda setiap tahunnya.

Baca: Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, DPRD Kota Cimahi Bahas Raperda

 

Selain itu berapa jumlah perda yang sudah diketok palu oleh DPRD Purwakarta, jumlahnya masih simpang siur.

raperda

Ilustrasi Raperda.

 

(nie/rmol/pojokjabar)


loading...

Feeds