Reses DPRD Purwakarta Ditengarai Ajang Kampanye Terselubung Pileg 2019, Diduga bagi-bagi Ini

Caleg (Pileg) 2019./Foto: ilustrasi

Caleg (Pileg) 2019./Foto: ilustrasi

Cari Aman

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Ditenggarai, malah dijadikan ajang kampanye terselubung para anggota dewan yang mencalonkan kembali pada Pileg 2019.
“Kegiatan reses anggota DPRD Purwakarta yang digelar menjelang Pileg 2019, diduga hanya jadi acara bagi-bagi duit receh, berbau kampanye terselubung. Secara subtantif dianggap belum bisa menyentuh nilai-nilai konstruktif, terhadap peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, dimana reses dilakukan,” ujar Annas Ali Hamzah kepada RMOLJabar (Pojoksatu.id group), Selasa (28/8).

Menurut Direktur pada Lembaga Kajian Strategis Kebijakan dan Pembangunan (eLKAP) Purwakarta itu, jika kegiatan reses benar-benar optimal dalam menjaring aspirasi, tentu akan berdampak pada kinerja anggota dewan itu sendiri.

Baca: 31 Bacaleg Purwakarta Warnai Pileg 2019, Ini Datanya

 

“Lihat saja kinerja DPRD Purwakarta hari ini, mereka lebih banyak plesir yang dibalut bimtek atau kunker. Padahal kualitas dewan itu menjadi tolak ukur keberhasilan masyarakat pada pemilu sebelumnya. Masyarakat harus punya bukti komparatif antara dewan yang lalu, saat ini dan ke depan,” kata Annas.

reses-dewan

ILUSTRASI: BAGUS/JAWA POS

Idealnya reses tidak hanya dijadikan simbol atau acara seremonial saja. Masyarakat mesti kritis dan wajib mempertanyakan apa tugas dan fungsi dewan selama ini.

“Karena pada kesempatan inilah komunikasi dua arah berjalan, antara dewan dan konstituen, berbincang tentang pertanggungjawaban kinerja sebagai wakil rakyat selama menjabat,” tuturnya.

Baca: GMPB Pertanyakan Kelanjutan Kasus SPPD Fiktif DPRD Purwakarta, Ada Apa?

 

Reses Pake Duit Negara

Masyarakat juga wajib mengawal keberlangsungan kegiatan rutin itu, jangan sampai masa reses hanya dijadikan waktu istirahat belaka. Jelas perlu dipantau sebab tidak sedikit duit negara yang dipakai untuk reses.

“Inipun menjadi momentum bagi dewan dalam mengembalikan citranya yang selama ini dianggap negatif, sehingga ada klarifikasi dan sekaligus terjadinya proses pendidikan politik kepada masyarakat,” kata Annas.

Gedung DPRD Purwakarta

ilustrasi

Selain itu, perlu diketahui bahwa dana reses itu ada dan harus jelas peruntukannya untuk apa, yang jelas dianggarkan pemerintah.

Baca: Memprihatinkan, Hingga Pertengahan Tahun Ini, DPRD Purwakarta Belum Sahkan Satu Perda pun!

 

“Jika rasional kita tidak perlu mempermasalahkannya, tapi jika anggaran itu dipakai tidak sesuai dengan seharusnya maka kita wajib mempertanyakan tanggung jawab mereka, jika perlu tuntut agar anggaran ke depan diminimalisir. Harus seimbang antara kinerja dewan dan produktifitas mereka terhadap tupoksinya,” ucapnya.

Untuk diketahui, pada 20-28 Agustus 2018 Anggota, DPRD Purwakarta memasuki masa reses kedua untuk masa sidang tahun anggaran 2018.

reses

Ilustrasi Reses.

 

(aga/rmol/pojokjabar)

 


loading...

Feeds

DM Instagram

2 Pendiri Instagram Undurkan Diri

CO-Founder Facebook Inc Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya di perusahaan besar tersebut. Pada Senin, …