KPU: ASN Jadi Bacaleg Harus Bawa Surat Pengunduran Diri dan Bukti Ini

KPU Kota Sukabumi./ Foto: Istimewa

KPU Kota Sukabumi./ Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, SUKABUMI– Komisi Pemilihan Umum (KPU) ingatkan ASN aktif untuk mengundurkan diri tatkala mencalonkan diri sebagai Bacaleg.

 

Hal itu harus dibuktikan ketika proses pendaftaran Bacaleg.
“Harus mengundurkan diri kalau ASN aktif. Pengunduran diri itu harus dibuktikan dengan surat pengunduran diri dan bukti surat tersebut diterima oleh Pemerintah,” ujar Komisioner KPU Kota Sukabumi Agung Dugaswara, Selasa (17/7).

Baca:

Oleh karena itu, ASN aktif harus mengundurkan diri paling telat hingga 31 Juli. Hal itu dibuktikan dengan surat pengunduran diri yang tidak bisa ditarik kembali.

“Kalau tidak mengundurkan diri, maka akan dicoret oleh KPU pendaftarannya,” ucapnya

Terkecuali, kata Agung bagi ASN yang menjelang pensiun. Hal itu tak perlu dilakukan. Apalagi jika waktu pensiunnya sebelum penetapan DCT.

“Kalau pensiunnya sebelum 19 September 2018 maka dia bisa mencalonkan. Sebab posisinya, dia pensiun sebelum DCT ditetapkan atau diterbitkan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, KPU akan mengkaji secara jeli dan teliti terkait berkas pencalonan. Termasuk verifikasi setiap berkas yang diserahkan kepada KPU Kota Sukabumi.

“Semua berkas kita terima dulu. Namun, saat verifikasi nanti bisa ketahuan persyaratan yang kurang,” terangnya.

DCT sendiri akan ditetapkan pada 20 September. Sehingga, SK pensiun harus ada paling telat H-1 penetapan DCT.

“Paling telat H-1 penetapan DCT,” pungkasnya.

(nie/rmol/pojokbogor)

Loading...

loading...

Feeds