Pilkada Serentak 2020 Berpotensi Jadi Klaster Baru Covid-19

Ilustrasi Pilkada Serentak 2020./Foto: Istimewa

Ilustrasi Pilkada Serentak 2020./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Penyelenggara Pemilu menerapkan aturan ketat menghadapi tahapan Pilkada 2020.

Demikian disebut Pengamat Politik dan Pemerintahan dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan.

Mengingat pelaksanaan pesta demokrasi tahun ini digelar di masa pandemi covid-19, menurut Asep, salah satu yang penting untuk diperhatikan (penyelenggara Pemilu dan pemerintah) soal protokol kesehatan.

“Bila (protokol kesehatan) diabaikan maka ajang Pilkada serentak 2020 berpotensi menjadi klaster baru sebaran virus corona (covid-19),” ungkap Asep saat dihubungi melalui telefon selulernya, Minggu (5/7).

Asep pun kembali mengingatkan para penyelenggara kepemiluan dalam hal ini KPU ditiap daerah yang akan menggelar Pilkada memahami status sebaran covid-19 diwilayahnya berkoordinasi dengan Pemda.

“Pastikan semua standar kesehatan (di semua tahapan) betul betul diterapkan. Karena Pilkada itu kaitannya dengan banyak orang. Makanya KPU dan Pemda perlu menyiapkan skenario yang terukur,” katanya.

Terkait adanya ajukan tambahan anggaran dari penyelenggara pemilu ke pemerintah, Asep menilai itu pasti akan terjadi. Sebab sebelumnya penyediaan APD (alat pelindung diri) belum terhitung saat situasi normal.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds