Ciptakan Generasi Qurani, Dedi Mulyadi Janjikan Program Satu Desa Satu Hafidz Alquran

Dedi Mulyadi./Foto: via Rmol

Dedi Mulyadi./Foto: via Rmol

Cari Aman

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Calon Wakil Gubernur Jawa Barat menyiapkan program satu desa satu hafidz Alquran di seluruh Jawa Barat. Program ini tercetus dalam rangka menciptakan generasi qurani di provinsi berjumlah penduduk terbesar di Indonesia tersebut.

Hal ini dia paparkan saat menerima undangan warga Desa Cipta Gumati. Tepatnya, di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (7/6) malam.

Menurut Dedi, program ini berlaku khusus bagi mereka yang masih anak-anak dan remaja. Usia tersebut menurutnya sangat mudah menerima hafalan Alquran saat ber-talaqi (metode setor hafalan kepada guru).

Baca:

Bocah Penyandang Disabilitas Jadi Adik Angkat Dedi Mulyadi

Survei: Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Mencapai Angka Tertinggi di Kota dan Kabupaten Bogor

Mewujudkan satu desa satu hafidz bukan hal yang tidak mungkin. Kuncinya, ada pembinaan dan motivasi sejak dini untuk anak-anak. Mereka diarahkan untuk menghafal Alquran sejak kecil,” jelasnya.

Santri Rais Am PBNU, Kiai Ma’ruf Amin itu menilai, seorang hafidz cilik akan dibiayai pendidikannya sampai perguruan tinggi. Dia mengatakan apresiasi pemerintah tersebut akan memotivasi anak lain untuk juga menjadi penghafal Alquran.

Syaratnya, kalau sudah menjadi hafidz dan lulus perguruan tinggi, dia harus kembali ke desa dan mengajar Alquran,” katanya.

Program ini, menurut mantan Bupati Purwakarta tersebut akan melibatkan kiai kampung. Pasalnya, khazanah pengetahuan Islam bukan hanya terdapat pada Ulumul Quran (Ilmu tentang Alquran). Tetapi, penguasaan kitab kuning yang dimiliki kiai kampung juga sangat dibutuhkan masyarakat Jawa Barat.

Tidak usah kita ragukan kapasitas keilmuan kiai kampung. Apalagi, mereka memiliki adab luhur sehingga bisa ditularkan kepada anak didiknya,” ucapnya.

Nantinya, para hafidz dan kiai kampung tersebut mendapatkan insentif dari Pemprov Jabar. Insentif tersebut sebagai bentuk apresiasi pemerintah atas kiprah pemberdayaan umat yang mereka lakukan.

Misalnya insentif bantuan membangun ‘tajug’ untuk mereka. Kemudian, kita perbaiki tempat mengaji anak-anak di kampung. Atau, bisa juga dalam bentuk pengadaan kitab kuning dan buku penunjang,” katanya.

Jawa Barat Ramah Anak

Selain itu, Jawa Barat menurut dia harus menjadi provinsi ramah anak. Karena itu, pendidikan karakter, perlindungan hak anak dan pemenuhan gizi anak akan dia implementasikan.

Nah, kiai kampung itu juga kan mendidik karakter anak-anak kita. Mereka bisa belajar tata krama dengan baik. Soal perlindungan anak bisa dikerjasamakan dengan BP3AKB di Jabar,” ujarnya.

Terkait gizi, Dedi mengatakan Pemprov Jabar harus memperhatikan kualitas pangan yang beredar di masyarakat. Melalui gagasan ini, dia berharap Jawa Barat bisa memiliki generasi yang selain terbangun jiwanya, juga terbangun raganya.

“Insya Allah, sesuai dengan amanat konstitusi, sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa Indonesia,” tuturnya.

(gun/rmol/pojokjabar)


loading...

Feeds

Libur Lebaran, TPS Liar Mulai Bermunculan di Bekasi

Pemkot Bekasi Tutup 88 TPS Liar

Sejak 2014, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi telah menutup 88 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar dari 120 yang tersebar secara …