Sortir dan Lipat Surat Suara, KPU Sumedang Banyak Temuka Surat Suara Rusak

SORTIR SURAT SUARA: Penyortiran dan pelipatan surat suara dilakukan oleh 300 orang warga sekitar KPU Sumedang. Pada hari pertama ditemukan sejumlah surat suara yang rusak. Agung Gunawan/Radar Sumedang

SORTIR SURAT SUARA: Penyortiran dan pelipatan surat suara dilakukan oleh 300 orang warga sekitar KPU Sumedang. Pada hari pertama ditemukan sejumlah surat suara yang rusak. Agung Gunawan/Radar Sumedang

Cari Aman

POJOKJABAR.com, SUMEDANG– Sekitar 300 orang pekerja lepas yang sebagian besar warga barasal dari sekitar Kantor KPU Sumedang, mengerjakan penyortiran dan pelipatan surat suara pemilihan Gubernur/Wagub Jabar dan surat suara pemilihan Bupati/Wabup Sumedang 2018, Rabu (30/1).

Proses sortir lipat suara dimulai pukul 08.30 di aula KPU Sumedang, Jl. Serma Muchtar No 98 Sumesang. Pihak KPU Sumedang melalui Kasubag Umum KPU, Iwan Hermawan membuka acara sortir lipat surat suara tersebut.

Dijelaskan Iwan, tata tertib sebelum bekerja di antaranya tidak boleh bawa ponsel, pulpen, jaket, paku, tas, penggaris. Para pekerja juga diperiksa dengan ketat sebelum masuk ruangan aula. Iwan menyebutkan, proses sortir lipat surat suara tersebut melibatkan 20 orang dari KPU dan 300 orang warga setempat.

Menurutnya, sebanyak 300 orang pekerja tersebut bekerja dibagi dua shift. Shift pertama sebanyak 150 orang bekerja mulai pukul 08.00-12.00. Sedangkan shift 2 bekerja dari pukul 13.00-17.

“Proses penyortiran dan pelipatan melibatkan masyarakat setempat. Antusias masyarakat cukup lumayan. Dan sudah terdaftar 300 orang,” ujar Iwan kepada sejumlah wartawan.

Iwan mengatakan, target pelaksanaan sortir lipat surat suara ditargetkan bisa selesai selama lima hari. Diketahui jumlah surat suara pemilihan Gubernur dan Wagub Jabar serta pemilihan Bupati dan Wabup Sumedang 2018 sebanyak 865 dus.

“Ditargetkan satu orang pekerja bisa menyelesaikan satu dus dalam satu shift. Karena berdasarkan simulasi pelipatan satu surat suara butuh waktu 25 detik,” ucapnya.

Dikatakan, para pekerja sortir lipat mendapatkan honor sebanyak Rp 125/lembar atau Rp 250.000/dus. Satu dus terdiri dari 2000 lembar surat suara. Iwan mengakui, pada pelaksanaan hari pertama pelipatan surat suara. Petugas KPU mendapati adanya sejumlah kerusakan pada surat suara.

Seperti adanya coretan, sobek, noda warna. Untuk surat suara yang rusak tersebut sementara dikumpulkan dan dilanjukan pencatatan nomor dus. Proses sortir lipat surat suara mendapatkan pengawalan dari kepolisian dilengkapi senjata laras panjang, Satpol PP dan unsur TNI.

(RBD/gun/pojokjabar)


loading...

Feeds

Kajol Ajay

Nomor WA Kajol Disebar Sang Suami

AKTOR Ajay Devgn dilarang masuk ke rumah oleh istrinya sendiri, aktris, Kajol. Hal tersebut terjadi setelah Ajay mengusili istrinya tersebut …
politik-uang

514 Daerah Rawan Politik Uang

BAWASLU mencatat ada 514 kabupaten/kota di Indonesia yang rawan praktik politik uang dalam Pemilu 2019. Catatan tersebut hasil Indeks Kerawanan …