Begini Tanggapan Dedi Mulyadi Soal Insiden Mako Brimob Kelapa Dua

Dedi Mulyadi saat menyapa warga Cikarang Utara.Enriko/Pojokjabar

Dedi Mulyadi saat menyapa warga Cikarang Utara.Enriko/Pojokjabar

Cari Aman

POJOKJABAR.com, PURWAKARTA– Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, merasa prihatin dan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya atas gugurnya lima orang bhayangkara dalam insiden berdarah di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Heboh Rekaman Diduga Suara Milik Pimpinan JAD, Begini Transkrip Lengkapnya

Tulisan Dedi Mulyadi, sekaligus calon wakil gubernur Jabar ini menyedot perhatian para peselancar dunia maya. Hal ini dibuktikan dengan ribuan liker (hampir menembus 10000 liker saat ini). Kemudian juga dikomentari ratusan orang dan sudah 200 orang lebih yang membagikan tulisan Dedi Mulyadi.

Berikut tulisan lengkap Dedi Mulyadi di beranda media sosialnya :

Insiden menegangkan yang menyita perhatian publik internasional di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat kini telah dilewati.

Diduga Simpatisan Teroris Ini Habisi Bripka Marhum Frenje tanpa Ampun, setelah Digeledah Identitasnya…

Lima bhayangkara negara gugur dalam menunaikan tugas, mengabdi kepada negeri sepenuh hati. Isak tangis mengiringi kepergiannya.

Duka yang tersayat menjadi catatan penting dalam perjalanan kehidupan kita dimana kekerasan atas nama keyakinan terjadi di negeri ini.

Saatnya kita berbenah, jangan sibuk ribut ketika ada kejadian. Setelah itu, lupa seiring hilangnya berita.

Kapolri Sebut Bripka Marhum Hanya Disabet, tapi Langsung Mati, Ada Racun?

1. Penanganan terorisme atau kejahatan ideologi semestinya ditangani lewat pendekatan ideologi pula. Terorisme semestinya bisa dikategorikan sebagai sebuah kejahatan sebelum peristiwa pidana itu terjadi.

Penanganan semestinya bisa dilakukan sebelum peristiwa pidana terorisme terjadi tetapi sampai saat ini, belum ada kata sepakat di Gedung DPR mengenai  kejahatan terorisme pra kejadian tindak pidana. .

Entah apa penyebabnya pembahasan itu tidak tuntas sampai saat ini. Padahal ini menyangkut kelangsungan kehidupan kebangsaan kita.

Sedih atau Miris: Jenazah Napi Teroris Ini Belum Diambil Pihak Keluarga

2. Tahanan terorisme semestinya dibuat terpisah, tidak disatukan dengan pelaku kejahatan umum. Menyatukan berarti membuat ruang mereka semakin terbuka melakukan infiltrasi ideologi dan menambah jumlah pengikut.

Pasca penahanan, pelaku terorisme semestinya dibuat ruang untuk hidup normal di tengah masyarakat melalui pendekatan psikologis, sosiologis bahkan ekonomis.  Sehingga, mereka dapat hidup mandiri dengan modal kerja yang dipersiapkan.

Pengasingan mereka pasca penahanan dan kesulitan memenuhi kebutuhan ekonomi akan menyeret mereka kembali berkumpul dengan kelompoknya.

Fakta Baru, Luka Bukan karena Senjata Tajam, Ada Goresan Kaca?

3. Penguatan paham ideologi kebangsaan harus terus digelorakan dengan menguatkan sistem politik, ekonomi, sosial dan budaya yang memiliki basic kearifan berdasarkan nalar sejarah dan kebudayaan bangsa kita.

Sehingga, ideologi Pancasila yang kita yakini, membangun identitas bangsa yang terhormat di mata dunia.

4. Ketauladanan pemimpin dalam merefleksikan rasa keadilan di tengah masyarakat melalui pembangunan yang merata di seluruh wilayah yang mengikis kesenjangan ekonomi dan kesenjangan sosial merupakan kunci utama dalam menekan kejahatan terorisme.

Polisi Blak-blakan Ungkap Kronologis Penyerangan Anggota Intelmob Hingga Tewas

Dengan langkah ini, mari kita bangun hubungan hidup harmonis berdasarkan nilai ajaran yang kita junjung tinggi. Hentikan kekerasan atas nama apapun.

(Adw/pojokjabar)


loading...

Feeds

Kegiatan Alfamart Class. (ist)

Alfamart Class Hadir di Sejumlah SMK

DALAM rangka ulang tahun ke-19 Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya gelar pelatihan pemasaran di sejumlah sekolah kejuruan. Kegiatan tersebut serempak …