Selepas Pelaksanaan Pilkada, 110 SD dan 13 SMP Baru Miliki Kepala Sekolah


POJOKJABAR.com, BANDUNG- Sejumlah calon kepala sekolah diperkirakan baru akan mengikuti pendidikan pada Agustus nanti, selepas pelaksanaan Pilkada.

Hal ini disebabkan agenda politik pemilihan kepala daerah (Kada) serentak 2018. Akibatnya, ada penundaan proses pengisian kekosongan kepala SD dan SMP di Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat Hasanudin mengungkapkan, ada 110 SD dan 13 SMP yang kini tidak memiliki kepala sekolah. Untuk SD, 39 dari 98 calon kepala sekolah sudah mengikuti diklat, sedangkan sisanya termasuk 13 calon kepala SMP baru akan mengikuti diklat pada Agustus nanti.

“Untuk pengisian kepala sekolah ini, sekarang harus lapor dulu ke Kemendagri, kaitannya berbarengan dengan agenda pilkada serentak. Ini kemungkinan supaya tidak ada tendensi politik,” ujarnya di Ngamprah, Rabu (28/2), seperti dilansir Rmol.co.

Menurut Hasanudin, para calon kepala sekolah ini akan mengikuti diklat yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah di Solo. Setelah ikut diklat, mereka yang sudah lolos seleksi itu akan ditempatkan di sekolah-sekolah yang membutuhkan.

Dia menjelaskan, kekosongan sejumlah kepala sekolah di SD dan SMP tersebut terjadi akibat banyaknya guru yang pensiun. Sementara itu, jumlah guru berstatus aparatur sipil negara saat ini minim karena masih berlakunya moratorium CPNS.

“Memang regenerasi kepala sekolah ini cukup lambat. Ditambah lagi, sekarang belum ada pengangkatan CPNS. Apalagi pada 2019-2020 nanti bakal ada ribuan guru yang pensiun,” kata Hasanudin.

(*/mar/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds