Aduh, Sunjaya Dilaporkan ke Panwaslu

Hamzah Hariri (tiga dari kanan) tengah membuat laporan terkait pelanggaran pemilu ke Panwaslu Kabupaten Cirebon. Foto: Dede/pojokjabar

Hamzah Hariri (tiga dari kanan) tengah membuat laporan terkait pelanggaran pemilu ke Panwaslu Kabupaten Cirebon. Foto: Dede/pojokjabar


POJOKJABAR.com, CIREBON – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) politik di Kabupaten Cirebon semakin memanas. Pasalnya, tokoh masyarakat Hamzah Hariri melaporkan calon Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra ke Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Cirebon.

Pria yang sempat mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati lewat jalur Independen ini menduga penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Cirebon dengan nomer urut dua cacat hukum.

“Saya sebagai masyarkat Kabupaten Cirebon, melihat adanya kesalahan dari KPU yang perlu diluruskan mengenai Paslon no 2 yang sudah ditetapkan sebagai calon,” katanya nya kepada Hamzah Hariri.

Hamzah Hariri melanjutkan ada beberapa persyaratan yang belum dipenuhi oleh Paslon no 2, yang sudah diatur dalam UU PKPU no 3 tahun 2017 tentang pencalonan. Pada ayat 1 dalam aturan itu disebutkan bagi mantan terpidana yang sudah selesai menjalani masa tahanan nya, secara komulatif wajib mengumumkan nya secara terbuka, dan jujur kepada publik seta bukan pelaku kejahatan yang berulang, kecuali narapidana yang telah selesai menjalankan pidananya paling singkat 5 tahun.

“Selain masalah keterbukaan publik itu, kami juga melaporkan petahana terkait Maslah mutasi yang dilakukan Petahana satu bulan sebelum penetapan oleh KPU,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Hamzah berharap Panwaslu bisa bekerja dengan baik untuk bisa menyelesaikan laporannya ini, dirinya juga meminta kepada pihak terkait untuk tetap memegang teguh aturan yang ada, jangan sampai hanya karena satu pihak terlebih petahana maka penyelenggara melanggar aturan yang sudah ada.

(dkw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds