Ini Dia Strategi Keempat Paslon di Pilwalkot Sukabumi 2018

HARMONIS: Empat Pasangan Calon (paslon) yang akan maju di Pilwalkot 2018 sedang berfoto bersama di KPU Kota Sukabumi, belum lama ini

HARMONIS: Empat Pasangan Calon (paslon) yang akan maju di Pilwalkot 2018 sedang berfoto bersama di KPU Kota Sukabumi, belum lama ini

POJOKJABAR.com, SUKABUMI – KPU Kota Sukabumi telah resmi menetapkan empat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi maju di Pilwalkot 2018.

Kini, ke empat pasangan itu yakni Mulyono-Ima Slamet (Mulia), Dedi R Wijaya-Hikmat Nuristawan (Dermawan), Achmad Fahmi-Andri Hamami (Faham) dan Jona Arizona-Hanafie Zain (Ijabah), sudah mempersiapkan strategi pemenangan sesuai dengan target raihan suara Paslon masing-masing.

Calon Walikota Sukabumi, Mulyono mengatakan, modal utama dalam pemenangan pasangan Mulia di Pilwalkot ini ada di tiga simpul elemen. Yakni, struktur partai koalisi, relawan dan simpul keluarga. Ketiga simpul ini sudah digerakan untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya.

“Ya kalau modal hari ini dari tiga partai koalisi sudah mendekati di angka 29 ribu suara, masih jauh untuk target. Tapi kami optimis dengan mengegerakan simpul itu bisa berbuah hasil masksimal,” ujarnya.

Mulyono mengaku, raihan suara di Pemilihan Legisltatif (Pileg) itu tentunya tidak sebanding lurus dengan suara di Pilwalkot. Jadi, dirinya tak merasa khawatir dengan ketujuh kursi yang menjadi modal awal pasangan Mulia.

“Pemilih itu sekitar 240 ribu suara, masih banyak suara yang harus di olah,” jelasnya.

Sedangkan, calon Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengakui pasangan Faham (Fahmi- Andri) mempunyai target meraih sebanyak 60 persen dari total pemilih di Kota Sukabumi. Raihan suara itu dicapai oleh mesin partai politik dan relawan.

“Dengan konsolidasi struktur yang makin kokoh dan menyiapkan perangkat pendukung untuk meraih suara besar, kami pasti bisa menang,” jelasnya.

Fahmi pun tidak merasa khawatir dengan modal partai 7 kursi di parlemen. Pasalnya, raihan suara di Pileg itu tidak akan berbanding lurus dengan raihan suara di Pilwalkot.

“Itu baru lumayan kuat diatas kertas karena perolehan kursi, belum tentu di Pilwalkot,” tandasnya.

Sementara itu, Calon Walikota Sukabumi, Dedi R Wijaya mengatakan saat ini pasangan Dermawan tetap akan bekerja untuk masyarakat. Dengan cara berbagi dan turun kelapangan menyentuh kemasyarakat, dia meyakini pasangan Dermawan ini mampu untuk menang di Pilwalkot.

“Kami sampai dengan waktu akhir terus untuk berbagi dan menyapa masyarakat,” katanya.

Untuk targetan suara nanti, pasangan Dermawan mentargetkan sekitar 50 persen suara bisa diraihnya dari total jumlah pemilih di Kota Sukabumi.

“Jika pemilih itu sekitar 240 ribu suara, ya kita targetkan 120 ribu itu bisa menjadi milik kita,” jelasnya.

Selanjutnya, Calon Walikota Sukabumi, Jona Arizona mengatakan, dengan adanya penetapan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi tentu saja segala persiapan sudah dilakukan. Kekuatan kursi di Pilwalkot sebanyak 13 kursi itu akan menjadikan modal awal dirinya untuk berlaga di Pilwakot.

“Memang diatas kertas kita sudah mempunyai suara yang besar, tapi kita juga tidak akan lengah. Terus memantapkan strategi pemenangan dan menyentuh masyarakat,” ujarnya.

Tak dipungkiri, pasangan Ijabah ini menjadi pilihan suara mayoritas masyarakat. Dengan modal kekuatan mesin partai dan relawan yang solid, bisa memenangkan pasangan Ijabah sebagai pemimpin.

“Ya kita akan perkuat jaringan yang sudah ada dan melebarkan relawan dan partai untuk meraih suara yang sebanyakbanyaknya,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota KPU Divisi teknis Pemilu, Agung Dugaswara mengatakan, dengan rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon Walikota dan Walikota Sukabumi, berarti semua pasangan ini sudah menjadi calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi 2018.

Namun ada beberapa catatan untuk pasangan Dedi R Wijaya dan Hikmat Nuritawan, dimana calon wakilnya, Hikmat Nuristawan harus menyerahkan dua macam produk hukum ke KPU Kota Sukabumi.

“Berhubung pak Hikmat ini ASN, jadi harus menyampaikan surat pengunduran diri yang tidak bisa ditarik lagi ke intansi tersebut dan surat keterangan pengunduran diri yang sedang di proses. Batas Akhir sampai 17 Februari,” tuturnya.

(radar sukabumi/bal)

loading...

Feeds

Formasi

Pengurus Formasi Resmi Dikukuhkan

PENGURUS Forum Media Industri Bekasi (Formasi) resmi dikukuhkan di Hotel PrimeBiz, Cikarang Selatan, Selasa (13/11/2018). Pengukuhan itu dihadiri praktisi Human …