Ini Kenangan Djanur Bersama Suharno

Djadjang Nurdjaman
Djadjang Nurdjaman
Djadjang Nurdjaman

POJOKJABAR.id, BANDUNG-Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman turut berduka dengan meninggalnya pelatih Arema Cronus, Suharno. Pasalnya Djanur -panggilan Djadjang Nurdjaman-mempunyai memori yang sangat melekat bersama Suharno. Jauh sebelum mantan pelatih Arema Cronus itu meninggal dunia, Janur kerap berduel di atas lapangan bersamanya. Bermain untuk Mercu Buana di kompetisi Galatama, pria asal Majalengka itu kerap bentrok langsung dengan Suharno yang bermain untuk Niac Mitra. Bahkan di lapangan, posisi kedua pemain selalu tidak terhindarkan.

“Banyak pengalaman bersama karena memang dia posisinya bek kanan dan saya di kiri luar. Paling sering ketemu, sering ada hal-hal yang lucu misalnya saling ngusir kalau lagi main bareng, bercanda seperti itu,” ujar Djanur ketika diwawancara di kediaman Mulyana, Kamis (20/8/2015).

Djanur mengaku dia tidak mempunyai feeling sedikitpun rekannya asal Klaten itu akan menghembuskan nafas terakhirnya. Meski ketika terakhir keduanya bertemu di Malang pekan lalu, Djanur melihat dari wajah Suharno bahwa dia sedang menderita sakit. Dia pun mengenang Suharno sebagai pelatih yang loyal dalam sepakbola.

“Suharno sosok yang hidupnya dicurahkan ke sepakbola, dia pelatih yang cukup eksis dari dulu. Dan dia khasnya suaranya menggelegar. Kata instruktur pelatih juga suara dia paling dapat poin di kepelatihan seperti itu,” sambungnya.


Banyak berduel ketika aktif bermain, Janur mengaku tidak terlalu sering bertarung ketika menjadi pelatih. Karena dia lebih banyak berkutat sebagai asisten pelatih selepas pensiun. Meski begitu mereka kerap berdiskusi dalam hal taktikal di lapangan. Tidak jarang Janur pun mendapat masukan dari mendiang.

“Saling curhat pasti pernah, khususnya di dunia kepelatihan. Usia cumua beda 1-2 tahun. Dia lisensi A duluan. Ilmu kepelatihan lebih ke sharing, saling berbagi lah,” pungkasnya.(simamaung/dep)