Baru Selesai Dibangun, Proyek Normalisasi Sungai di Desa Kutaraharja Ambruk

Proyek Pembangunan Normalisasi Sungai di Dusun Kelen Bayur, Desa Kutaraharja, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang
Proyek Pembangunan Normalisasi Sungai di Dusun Kelen Bayur, Desa Kutaraharja, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Proyek Pembangunan Normalisasi Sungai di Dusun Kelen Bayur, Desa Kutaraharja, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang ambruk atau roboh. Diduga proyek pembangunan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi pekerjaan.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pembangunan Normalisasi Sungai di Dusun Kelen Bayur, Desa Kutaraharja, Kecamatan Banyusari bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang Tahun 2022, senilai Rp. 189.732.000,00 yang dikerjakan oleh CV. ESQ dengan Volume Panjang : 2 x 38 M’ dan Tinggi 2,40 M, ambruk atau roboh.

Dalam hal itu, salah seorang warga Hamdani menyampaikan Pembangunan Normalisasi Sungai sudah 100% selesai akan tetapi pembangunan itu ambruk atau robohn saat hujan deras beberapa waktu yang lalu.

“Ya betul pak, ada sekitar 3 hari mah bangunan itu tiba-tiba roboh pas hujan deras,” kata Hamdani menyampaikan ke Pojokjabar, Minggu (04/12/2022).


Sumber ini juga mengungkapkan Pembangunan Normalisasi itu dikerjakan oleh CV. ESQ dan hari ini mulai dibetulkan kembali oleh pihak kontraktornya.

“Ya sekarang itu ada orang tuh lagi ngebetulin, tapi papan informasinya langsung dicabut, kalau mulai pekerjaannya saya kurang mengetahui soalnya saya jarang di rumah pas saya lewat melihat bangunan itu sudah roboh dan yang pasti mah pekerjaan sudah selesai tapi ambruk atau roboh,” ujarnya.

Selain itu, hal senada juga diungkapkan oleh warga Abdul Rohman bahwa dirinya menduga pembangunan normalisasi sungai di dusun Kelen Bayur, Desa Banyusari Jikalau Pembangunannya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Spesifikasi Pekerjaan meski di guyur hujan tidak akan roboh atau ambruk.

“Saya menduga bangunan itu tidak sesuai dengan RAB nya dan saya juga tidak mengerti cara bekerjanya bagaimana, pembangunan belum lama selesai tapi sudah roboh, kan aneh, apalagi itu kan anggarannya cukup lumayan besar,” tandasnya.

Sementara berita ini dipublikasikan, pelaksana di lapangan atau mandor lapangan dan pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang belum dapat ditemui atau dihubungi untuk dimintai keterangannya. (Yusup/Pojokjabar)