Warga Desa Dewisari Jadi Korban Pungli Pemilik E-Warung

Ilustrasi BPNT

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Pemerintah pusat melalui kementerian sosial di tahun 2022 menyalurkan bantuan pangan ini kepada masyarakat dalam bentuk tunai dan non tunai.


Secara tunai melalui kantor pos dan giro, secara non tunai melalui e-warung yang telah bekerjasama dengan pihak Bank yang telah ditunjuk pemerintah di daerah.

Namun, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok diduga telah menjadi korban pungutan liar yang dilakukan salah satu oknum pemilik e-warung yang jelas sangat merugikan penerima bantuan.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang warga Dusun Pacing Selatan, Desa Dewisari, yang enggan disebutkan namanya kepada Pojokjabar.


Menurutnya, KPM BPNT melalui e-warung yang seharusnya menerima bantuan dengan berbelanja sejumlah komoditi pangan, berupa beras, telur, ayam, buah dan kacang-kacangan, oleh oknum pemilik e-warung tersebut malah diperbolehkan mencairkan bantuan secara tunai.

“Dalam beberapa bulan terakhir di e-warung itu KPM bisa mencairkan bantuan secara tunai, begitu pun keluarga saya yang lebih memilih mengambil uang tunai. Tapi sangat disayangkan KPM hanya menerima uang sebesar Rp.180 ribu dari yang seharusnya Rp.200 ribu,” ungkapnya, baru-baru ini

Sementara itu, Heri sebagai salah satu dari Pihak Bank BTN Karawang saat di konfirmasi melalui sambungan via telepon menyampaikan bahwa terkait aturan yang seperti itu bukan menjadi ranah pihak bank.

“Justru begini kalau dari bank itu tidak memiliki aturan seperti itu, terkait masalah warung itu menyalurkan BPNT yang punya aturan pedum dan tikornya itu dinas melalui Kemensos,” ujarnya.

Masih menurut, Heri Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memang harus non tunai. Adapun kewenangan pihak Bank yaitu melakukan pembinaan terhadap pemilik E-Warung. Apabila ditemukan E-Warung setelah dilakukan pembinaan tapi tetap berjalan makan pihak Bank akan mencabut mesin EDCnya.

“Dan kalau menurut saya memang BPNT itu harus Bantuan Pangan Non Tunai, Kalau di bank itu yang penting begini, mesin EDC berjalan transaksi normal dan paling kalau misalkan ada temuan tidak memiliki warung kita lakukan pembinaan dulu untuk membuatkan warung lagi, karena dulu banyak ada warung yang langsung terus tutup dan kalau misalkan dibina tidak ada tindak lanjut kita cabut gitu,” ungkapnya

Kemudian, Heri juga menegaskan dari Pihak Bank BTN tidak ada satu orang pun yang menjadi Tim Koordinasi Bantuan Sosial Pangan Kabupaten Karawang. Namun, Pihak Bank siap jika digandeng oleh Dinas Sosial melakukan pembekuan apabila benar terbukti.

“Coba aja ke dinas ya kalau untuk itu, nantikan kita takut salah juga gitu ‘kan dan soalnya yang menjadi tikornya itukan tidak ada dari orang BTN nya, Karena tikornya kan dari dinas atau Pemda, nanti kalau memang benar terbukti dan dinas siap menggandeng BTN kita akan bekukan,” tegasnya. (Yusup/Pojokjabar)