Sampah Menumpuk Tak Diangkut di Pasar Rengasdengklok

Sudah 4 Hari Sampah Dibiarkan Menumpuk di Pasar Rengasdengklok
Sudah 4 Hari Sampah Dibiarkan Menumpuk di Pasar Rengasdengklok. (Yusup/Pojokjabar)

POJOKJABAR.com, KARAWANG – Diduga adanya pembiaran dari UPTD Kebersihan Wilayah II DLHK Lingkup Kerja Rengasdengklok sehingga mengakibatkan tumpukan Sampah di Pasar lama Rengasdengklok berceceran dan memenuhi ruas jalan pada Minggu (06/11/2022).


Sampah dari berbagai jenis seperti sayuran busuk, karung plastik, dan lain-lain masih nampak terlihat utuh tidak dibersihkan atau diangkut oleh para petugas kebersihan UPTD Wilayah II Rengasdengklok.

Menurut keterangan, Ahmad salah seorang pedagang es cendol menyampaikan bahwa pengangkutan sampah biasanya setiap hari jam 09:00 atau 10:00 pagi. Tapi kenapa sudah 4 hari ini sampah tidak dibersihkan atau diangkut.

“Biasanya sampah itu diangkut setiap hari dan paling lambat 2 hari setiap pagi, tapi kenapa sekarang sudah 4 hari juga belum diangkut, bahkan bak mobil tempat sampahnya juga tidak ada ditempat biasanya,” ucapnya.


Sementara itu, di tempat terpisah, Wawan Setiawan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp secara singkat menyampaikan dengan mengatakan, “Akan kita angkut secepatnya, Udah mulai tadi pagi,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Anggadita sebagai salah satu Tokoh Pemuda Rengasdengklok juga sebagai Departemen Kepemudaan DPP Ormas GMPI juga ikut mempertanyakan tumpukan sampah yang sudah 4 hari belum diangkut atau dibersihkan oleh para petugas kebersihan.

Dia juga mempertanyakan kinerja UPTD Kebersihan Wilayah II DLHK Rengasdengklok diduga membiarkan tumpukan sampah di Pasar Lama Rengasdengklok.

“Biasanya tiap hari di angkut dan kenapa sekarang sudah 4 hari belum diangkut. Padahal, Kadis DLHK juga sudah 2 hari ini sering ke pasar rengasdengklok, atau jangan-jangan ini ada unsur kesengajaan agar para pedagang merasa tidak nyaman karena akan dibangunkan Ruang Terbuka Hijau di Lokasi Pasar, dan sampai sore ini juga masih ada tumpukan sampah itu,” tanya Anggadita. (Yusup/Pojokjabar)